Perusahaan Diminta Bersinergi Wujudkan Sanggau Layak Anak

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 111

Perusahaan Diminta Bersinergi Wujudkan Sanggau Layak Anak
LAYAK ANAK-Kegiatan advokasi, sosialisasi dan pembentukan APSAI Kabupaten Sanggau yang digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Senin (15/4).
SANGGAU, SP - Pemkab Sanggau melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DinsosP3A-KB) membentuk Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI). Pembentukan APSAI yang dirangkai dengan kegiatan advokasi dan sosialisasi ini digelar Aula Lantai I kantor Bupati Sanggau, Senin (15/4).

Plt Kepala DinsosP3A-KB Kabupaten Sanggau Aloysius Yanto mengatakan, anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kelangsungan hidup manusia dan negara. Hal ini secara tegas diamanahkan dalam UUD 1945 pasal 28B ayat (2).

Ia menyebut, Pemkab Sanggau, keluarga, masyarakat lembaga dan media massa bersinergi untuk dapat melindungi hak-hak anak sebagai wujud mendukung Kabupaten Layak Anak. “Untuk mengetahui peran dunia usaha, maka Pemkab Sanggau melaksanakan kegiatan ini,” kata Yanto. 

Melalui kegiatan tersebut, lanjut dia, pemerintah daerah ingin mengetahui peran APSAI dalam mendukung Kabupaten Layak Anak, sekaligus membentuk kepengurusan APSAI di Kabupaten Sanggau. “Tentu kita ingin mengajak pihak perusahaan untuk ikut serta memperhatikan dan memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan bagi anak di Sanggau,” ujar Yanto.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Sanggau Joni Irwanto yang membuka acara ini mengapresiasi pembentukan APSAI. “Kita mendapat pencerahan dari Ketua Umum APSAI yang hadir sebagai narasumber. Tentu ini bisa mendorong kita untuk berbuat, karena kita yang ada di sini mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak,” katanya.

Menurut Joni, untuk membentuk generasi harus dipersiapkan dan dibentuk dari sekarang. Akan tetapi tidak terlepas dari kepedulian pihak perusahaan, karena nanti kelayakan sebuah perusahaan itu sejauh mana mereka membentuk perusahaan yang peduli akan hak-hak anak.

Strateginya, lanjut dia, salah satunya dengan menggandeng perusahaan yang ada untuk menyiapkan para gerenasi berikutnya agar bisa bersain dengan daerah lain, bahkan bersaing dengan negara luar.

“Bukan hanya untuk para gerenasi muda Sanggau saja, tetapi untuk anak kita sendiri. Sebagai orang tua, kita harus bisa mendidik, mengawasi mereka bermedia sosial. Karena media sosial banyak mengandung informasi-informasi yang tidak layak bagi mereka,” pungkas Yanto. (jul/nak)