Mencoblos Tak Sesuai Prosedur, Sejumlah TPS Akan Laksanakan PSU

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 92

Mencoblos Tak Sesuai Prosedur, Sejumlah TPS Akan Laksanakan PSU
Warga tampak memberikan hak pilih pada Pemilu Presiden 17 April kemarin. Di Sanggau Pemungutan Suara Ulang (PSU) akan di gelar di 3 TPS pada tanggal 25 April 2019 mendatang.
SANGGAU, SP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sanggau akan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). PSU itu akan digelar serentak bersama TPS lainnya yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat pada 25 April 2019 nanti.

Ketua KPU Kabupaten Sanggau Martinus Sumarto mengatakan, ada 3 TPS di wilayah Kabupaten Sanggau yang akan digelar PSU. Yakni TPS 04, Desa Maju Karya, Kecamatan Parindu dengan jumlah 235 pemilih, terdiri dari 123 laki-laki dan 112 perempuan.

“Kemudian TPS 08, Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan dengan jumlah 164 pemilih, terdiri dari 91 laki-laki dan 73 perempuan. Dan TPS 06, Penyalimau, Kecamatan Kapuas dengan jumlah 53 pemilih, terdiri dari 30 laki-laki dan 23 perempuan,” ujarnya, Minggu (21/4).

Sumarto melanjutkan, TPS di Kecamatan Parindu menggelar lima jenis pemilihan, di Kembayan juga lima jenis pemilihan. Sedangkan TPS di Kapuas hanya Pilpres saja. “Pengadaan segala kebutuhan logistiknya segala macam, sedang dalam proses,” katanya.

PSU yang dilaksanakan ini, sambung Sumarto, karena pemilihan suara di tiga TPS tersebut tidak sesuai prosedur. Sebab, pemilih yang memilih menggunakan KTP elektronik hanya bisa mencoblos di TPS sesuai dengan alamat yang tertera di KTP-elektronik. “Nah, di tiga TPS ini ada pemilih yang menggunakan KTP elektonik tetapi bukan berdomisili di TPS tersebut,” terang Sumarto.

Untuk itu, ia mengingatkan kembali KPPS agar bekerja dengan profesional, jujur dan mandiri.

“KPPS harus berpegang teguh pada regulasi dan jadikan peristiwa kemarin sebagai pelajaran berharga serta alat intropeksi diri, sehingga kedepannya tidak terulang kembali,” tegas Sumarto.

Terkait pleno tingkat PPK, menurutnya sampai saat ini berjalan lancar dan aman. “ Hari ini (kemarin, red), Beduai, Bonti dan Balai mulai pleno, yang lain rata-rata dimulai tanggal 22 April 2019. Laporan dari PPK lancar,” timpalnya.

Sumarto menambahkan, pleno tingkat PPK ini akan berlangsung hingga 4 Mei 2019. “Mungkin yang TPSnya banyak, sedikit terlambat. Tapi waktu yang diberikan sampai tanggal 4 Mei 2019,” tandasnya.

Menanggapi PSU, Wakil Ketua Citra Hanura Kabupaten Sanggau Abdul Rahim menilai, PSU itu dilakukan karena ada unsur kelalaian. Untuk itu, perlu pengkajian yang mendalam sebab musebab yang mendasar karena hal ini tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari.

“Hal ini mencerminkan ketidaksiapan penyelenggaraan pemilu, ada kemungkinan, patut diduga kurangnya bimbingan kepada penyelenggara di tingkat KPPS serta proses bimbingan terlalu singkat,” katanya.

Rahim juga meminta agar KPPS yang lalai diberikan sanksi. “Karena semua aturan sudah jelas tentang pemilu. Namun persoalan ini kemungkinan karena rumitnya Pemilu 2019 sehingga membuat semua pihak kelelahan dalam mengawal pelaksanaannya.

Komunikasi, bimbingan serta evaluasi dan monitoring kegiatan adalah bagian dari suksesnya penyelenggaraan,” pungkasnya. (jul/nak)