KPU Minta Pemda Terjunkan Tenaga Medis

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 152

KPU Minta Pemda Terjunkan Tenaga Medis
Ilustrasi
SANGGAU, SP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sanggau meminta pemerintah daerah untuk menerjunkan tenaga medis saat pleno rekapitulasi tingkat PPK. Permintaan itu menyusul banyaknya petugas Pemilu 2019 yang jatuh sakit dan meninggal dunia di sejumlah wilayah di Indonesia.

Ketua KPU Kabupaten Sanggau Martinus Sumarto mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Bupati Sanggau Paolus Hadi untuk menyampaikan permintaan bantuan fasilitas dan tenaga medis tersebut.

“Kita minta bantuan Pemda untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan petugas kita dari PPK dan KPPS yang sedang melaksanakan pleno. Anggaran untuk itu kan tidak ada, kita minta ke pemerintah daerah dan beliau (bupati) merespon positif,” kata Sumarto kepada awak media usai Bertemu Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Selasa (23/4).

“Dan surat sudah kita sampaikan ke beliau, sekarang kita tinggal menunggulah, mungkin nanti beliau akan tindak lanjut ke Dinas Kesehatan,” lanjutnya lagi.

Meski sampai saat ini pihaknya belum ada menerima laporan petugas pemilu yang sakit, Sumarto menegaskan, pertemuan dengan bupati tersebut sebagai langkah antisipasi mengingat proses pleno rekapitulasi masih panjang.

“Jadi, arahan pak Bupati tadi (kemarin, red), kita diminta ketemu dengan kepala Dinas Kesehatan. Polanya nanti kita bicarakan dengan pak Kadis Kesehatan. Tapi rencana kita, setiap dua hari sekali ada petugas yang datang ke lokasi rapat pleno untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, nanti apa-apa yang mereka butuhkan, obat misalnya,” jelas Sumarto.

Sumarto menyebut, di beberapa kecamatan seperti Tayan Hilir dan Toba, pihak Puskesmas sudah ada inisiatif. Bahkan di Tayan Hilir, petugas Puskesmas datang ke lokasi pleno untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan suplemen.

Bagaimana jika petugas pemilu sakit dan harus dirawat di rumah sakit? Ia mengatakan hal tersebut sudah dibahas di grup WhatsApp internalnya. “Ketika sakit parah, kita di grup provinsi, kalau ada petugas PPK yang dirawat di rumah sakit segera dilaporkan ke provinsi,” ungkap Sumarto.

Disinggung progress pleno rekapitulasi tingkat PPK? Ia memprediksi bakal molor dari jadwal yang sudah ditentukan yakni hingga tanggal 4 Mei 2019. “Target kita seminggu setelah kita mulai perhitungan kemarin yakni tanggal 19 April, tapi kalau melihat kondisi di lapangan nampaknya bakal terlambat,” kata Sumarto.

Kemungkinan molornya pleno tingkat PPK, lanjut dia, karena banyak yang harus dikoreksi dari proses penghitungan suara di TPS. “Misalnya yang harus dikoreksi itu kesalahan saat penjumlahan, misalnya yang mestinya 12 tertulis 22, ada juga kesalahan antara pengguna hak pilih dengan surat suara sah, itukan harus dikoreksi,” tutur Sumarto.

Ia menambahkan, hingga Selasa (23/4), belum ada satupun PPK yang sudah merampungkan pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara.

“Sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke kita, saya prediksi si agak lambat dari jadwal. Itu tadi akibat banyaknya koreksi yang harus dilakukan. Belum lagi masalah tempat yang dipakai untuk pleno, seperti di Kecamatan Meliau mereka tidak bisa pararel, termasuk Jangkang. Tapi di beberapa kecamatan itu bisa parararel sampai empat meja yang pleno, yang pararel bisa cepat,” timpal Sumarto.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dr Jones Siagian mengatakan, hingga saat ini (kemarin, red) pihaknya belum menerima surat dari KPU terkait permintaan bantuan fasilitas dan tenaga medis bagi petugas pemilu yang sedang melaksanakan pleno di kecamatan. 

“Tapi kita siap. Kalau di kecamatan kita melalui Puskesmas, kalau di kabupaten kita buat posko. Gampang itu, tidak sulit, bisalah kita tindaklanjuti,” pungkasnya. (jul/nak)

Berharap Pilpres dan Pileg Dipisahkan

Dewan Penasehat GP Ansor Kabupaten Sanggau menilai pelaksanaan Pemilu 2019 terlalu rumit karena dilaksanakan bersamaan. Ia pun berharap kedepan pelaksanaan Pilpres dan Pileg dipisahkan.

“Memang secara umum pelaksanaan Pemilu serentak 2019 berjalan lancar. Namun karena beban kerja yang berat, kelelahan, banyak petugas pemilu bahkan anggota kepolisian yang meninggal dunia. Jadi, perlu dievaluasi,” katanya, Selasa (23/4).

Dalam pemilu tahun ini, selain memilih calon presiden dan wakil presiden, masyarakat juga memilih calon anggota legislatif. Artinya, selain untuk Pilpres, ada tambahan empat surat suara yakni untuk DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.
 
Meski demikian, Indra mengapresiasi kinerja para petugas Pemilu dan pihak keamanan yang telah bekerja keras demi negara. “Saya turut berduka cita kepada mereka yang meninggal dalam tugasnya menyukseskan Pemilu serentak 2019,” tutupnya. (jul/nak)