Senin, 23 September 2019


Dishangpanghortikan Usulkan 125 Unit Alsintan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 87
Dishangpanghortikan Usulkan 125 Unit Alsintan

JEMUR GABAH: Seorang petani tampak menjemur gabah. Pemkab Sanggau melalui Dishangpanghortikan terus mendorong produktivitas petani dan tahun ini kembali mengusulkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) ke pemerintah pusat sebanyak 125 unit.

Pemkab Sanggau melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpanghortikan) kembali mengusulkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) ke pemerintah pusat. Tahun ini, yang disulkan sebanyak 125 unit.

“Termasuk hand traktor, perontok padu dan pompa air serta alat panen, itu termasuk alsintan juga. Jumlah yang kita usulkan ke pemerintah pusat 125 unit,” kata Kepala Dishangpanghortikan Kabupaten Sanggau John Hendri, Sabtu (27/4).

Ia yakin usulan tersebut bisa terealisasi. “Tahun 2019 ini tetap ada bantuanya, cuman kadang- kadang datangnya bertahap, kadang dalam satu semester datangnya sekali atau dua kali. Tahun sebelumnya sekali datang mencapai 40 unit dan 25 unit sekali datang,” ujar John. 

Ia menyebut, luasan areal persawahan yang ada di Kabupaten Sanggau saat ini cukup luas, yakni mencapai 46 ribu hektar dan itu dianggap sebagai modal yang kuat untuk terus mendorong produktivitas para petani yang ada di Bumi Daranante.

“Tiap tahunya diusulkan Alsintan, baik melalui e-proposal maupun e-planing. Dan biasanya direalisasi lebih dari 50 persen dari usulan.  Misalnya kita ambil rasionya tiap 25 hektare ada satu hand traktornya. Jadi berapa ribu itu totalnya. Kebutuhanya cukup banyak, tapi kan kembali lagi bahwa Alsintan ini kita berharap dari APBN,” tutur John.

Menurut dia, Kabupaten Sanggau termasuk prioritas karena dari sisi luas tanam lebih luas, termasuk kabupaten penyumbang dari sisi luas tanam dan termasuk produksi. “Dan tahun 2019, Sanggau juga ditetapkan oleh Kementan sebagai sentra padi. Dengan adanya SK itu, kan memberikan sedikit aura pertanian Sanggau ke kementrian,” timpal John.

Makanya, lanjut John, tahun lalu pihaknya pernah mendapatkan bantuan alat berat berupa backhoe loader dan excavator. “Jadi backhoe loader ini dua fungsinya, satu cedoknya bisa untuk tanah dan satu cedoknya lagi untuk dorong. Itukan tidak semua kabupaten dapat alat berat,” tandasnya.

Kemudian, sambung John, Sanggau juga sudah mengantongi Perda Nomor 2 tahun 2015 tentang Lahan Pangan Berkelanjutan. “Contohnya seperti di Tunggal Bhakti dan Merowi, Kecamatan Kembayan, tetap kita pertahankan lahan pertanian. Bagi siapa yang melakukan alih fungsi ada

sanksinya juga. Dan ada beberapa tempat yang sudah kita sosialisasikan, seperti di Baharu, Kecamatan Parindu. Mereka membuat kesepakatan adat, bahwa selama 25 tahun kedepanya lahan itu tidak boleh dialihfungsikan,” jelasnya. (jul/nak)