Enam Orang Diamankan Saat Razia Pekat

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 45

Enam Orang Diamankan Saat Razia Pekat
RAZIA PEKAT- Sejumlah orang diamankan saat razia pekat Ramadan yang digelar Satpol PP dan dibackup Polres Sanggau, Subdenpom XII1-2 Sanggau, Kodim/1204/Sgu dan BNNK Sanggau, Senin (13/5) malam.
SANGGAU, SP - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sanggau menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) ke sejumlah hotel, penginapan dan kos-kosan di wilayah kota Sanggau, Senin (13/5) malam. 

Razia digelar dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan. Selain itu razia juga digelar sebagai upaya mengendalikan berbagai penyakit masyarakat yang kerap timbul ditengah masyarakat.

Razia pekat tersebut dibackup Polres Sanggau, Subdenpom XII1-2 Sanggau, Kodim/1204/Sgu dan BNNK Sanggau. Razia dipimpin Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Sat Pol PP Sanggau, Wendi Very Nanda itu, selain itu Kasatpol PP Sanggau Victorianus juga turun langsung. 

Dari sejumlah hotel, penginapan dan kos-kosan yang disisir, tim petugas gabungan mengamankan enam orang yang diduga melakukan pelanggaran Perda tentang Ketertiban Umum (Tibum).

“Kita amankan enam orang. Dua orang diantaranya pasangan muda mudi tanpa ikatan suami istri, tiga orang lainnya berada dalam satu ruangan melebihi jam berkunjung di dalam satu kamar kos. Sementara satu orang lainnya karyawan salah satu cafe di kota Sanggau,” kata Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Sanggau, Wendi Very Nanda kepada wartawan, Selasa (14/5) siang.

Selanjutnya, enam orang yang diamankan tersebut langsung digelendang ke Kantor Satpol PP guna dilakukan pendataan dan pembinaan. “Kita data, kemudian kita lakukan pembinaan. Dari hasil razia itu, satu orang berinisial i dinyatakan positif nakoba. Silahkan konfirmasi ke pihak BNNK karena mereka yang melakukan pemeriksaan narkoba,” terang Wendi.

Ia menambahkan, razia pekat ini dilaksanakan untuk menjaga ketertiban umum di masyarakat saat bulan suci Ramadan. “Kita mengimbau masyarakat, terutama anak-anak muda untuk tidak melakukan pelanggaran hukum. Bagi yang muslim bulan puasa ini momentum yang sangat baik untuk beribadah, jadi jangan disia-siakan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat,” pungkas Wendi.

Tokoh Pemuda Sanggau, Candra Apriansyah mengapresiasi razia yang dilakukan tim gabungan dibawah kendali Sat Pol PP Sanggau. Menurut Candra razia rutin seperti ini harus aktif digelar terlebih pada momentum bulan suci Ramadan seperti saat ini.

“Ini harus sering dilakukan oleh pihak terkait, upaya menjaga lingkungan harus di jaga benar-benar. Jangan sampai kita teledor,” kata Candra.

Menurutnya Sanggau sangat rentan akan pergaulan bebas, belum lagi prihal narkoba dimana Sanggau berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan selama ini terbukti bahwa narkoba dalam jumlah besar seringkali diloloskan lewat perbatasan Ntikong.

“Masyarakat juga harus bersinergi dengan aparat, jika mengetahui hal-hal yang melanggar maka laporkan kepada RT setempat dan laporkan juga kepada aparat terkait agar bisa di tindaklanjuti. Sanggau ini harus kita jaga bersama,” imbuhnya.  (jul/nak)

Didukung Ansor

Anggota Dewan Penasehat GP Ansor Kabupaten Sanggau Abang Indra mendukung razia pekat yang dilakukan Satpol PP bersama aparat keamanan lainnya di bulan suci Ramadan. Ia berharap, razia serupa terus dilakukan.

“Tentu kita sangat mengapresiasi, ini langkah baik dan tepat dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di bulan puasa. Dan kita berharap razia seperti ini terus dilakukan,” ujarnya, Selasa (14/5).

Terhadap yangt positif narkoba, Indra menegaskan, harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Ia menyebut, tentu tergantung dari hasil assesment yang dilakukan BNNK Sanggau.

“Apakah direhap jalan, rehap inap atau seperti apa, biasanya itu tergantung dari hasil assesment terhadap yang bersangkutan,” katanya.

Selain itu, Indra juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai tindak kriminal yang bisa saja terjadi di bulan Ramadan. “Kalau meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk shalat berjamaah ke masjid dan sebagainya, pastikan rumah dalam keadaan aman, dalam keadaan terkunci, baik jendela maupun pintu,” tutupnya. (jul/nak)