TKI Mulai Balik Kampung

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 70

TKI Mulai Balik Kampung
ARUS MUDIK- Suasana PLBN Entikong Pekan Kedua Ramadhan 1440 H. Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Entikong menyebut hingga saat ini pelintas batas dijalur kedatangan masih di dominasi TKI.
SANGGAU, SP - Perlintasan orang dan barang di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat terpantau normal. Hingga pekan kedua Ramadan 1440 Hijriyah, pelintas batas di jalur kedatangan didominasi TKI yang sudah mendapat libur dari tempat mereka bekerja di Malaysia.

“Perlintasan pada minggu kedua ini masih normal-normal saja dan masih didominasi TKI. Kalau normalnya sehari itu sekitar 700 pelintas, tapi saat ini masih kisaran 400 pelintas khusus jalur kedatangan,” kata Plh Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Entikong, Valentino Manus, kemarin.

Menurutnya, terjadi penurunan jumlah pelintas di PLBN Entikong sejak Ramadan hari pertama hingga Minggu kedua. Penurunan jumlah diperkirakan dia, karena pelintas menggunakan akses lain untuk pulang ke Indonesia.

Saat ini pintu perlintasan negara di Kalimantan Barat tidak hanya PLBN Entikong. Pelintas batas bisa menggunakan jalur lain di PLBN Aruk, Kabupaten Sambas yang juga memiliki kelengkapan sarana seperti PLBN Entikong.

“Penurunan karena sudah dibukanya PLBN Aruk dan sudah ada transportasi yang memadai di sana. Itu yang membuat banyaknya orang-orang melewati Aruk, terutama yang mau ke Sambas ataupun Singkawang,” katanya.

Untuk memberikan pelayanan prima, Kantor Imigrasi Entikong menambah personilnya guna melayani masyarakat yang melakukan mudik lebaran melalui PLBN Entikong. “Untuk saat ini perlintasan orang masih sedikit, namun kami sudah mengantisipasi jika nanti ada lonjakan perlintasan lebaran. Mendekati lebaran kami akan tambah personil di TPI untuk melancarkan saudara-saudara kita yang mudik melalui Entikong,” kata Kepala Kantor Imigrasi Entikong Herri Prihatin.

Selain memperkuat kekuatan di PLBN Entikong, pihak Imigrasi juga mengantisipasi kepulangan WNI tanpa dokumen melalui jalur tikus. Untuk antisipasi kepulangan WNI dari jalur tikus ini, Herri menegaskan, pihaknya menggandeng TNI dan Polri untuk menggelar patroli bersama.

Disingung kepulangan WNI lewat jalur tikus? Herri mengungkapkan tidak ada angka spesifik. Meski begitu, dari laporan berbagai pihak angkanya cukup lumayan. “Dari yang pernah kami tangani, mereka yang kembali ke Indonesia lewat jalur tikus karena tidak memiliki dokumen atau yang punya dokumen tapi sudah tidak berlaku lagi, jadi kalau mereka lewat jalur resmi ditangkap Imigrasi Malaysia. Jadi untuk memangkas perjalanan mereka memilih jalur tikus,” tuturnya.

TKI yang mudik lebih awal melalui PLBN Entikong didominasi pekerja sektor informal seperti pekerja rumah makan ataupun perusahaan perkebunan sawit. Para TKI ini mudik lebih awal karena tempatnya bekerja sudah memberikan libur.

“Di sana warga Muslim tidak boleh ketempat makan kalau puasa, jadi tempat makan sepi. Nanti habis lebaran baru ramai lagi, jadi saya diizinkan bos pulang lebih awal,” kata Umi. TKI asal Pontianak menuturkan, ia diberikan izin mudik sampai satu pekan setelah lebaran.

“Untuk THR dan gaji semua sudah dibayarkan sama bos, jadi kita tinggal pulang saja,” pungkas
Umi. (jul/nak)

Polsek Entikong Intensifkan Razia Kendaraan

Kapolsek Entikong, Kompol Amin Siddiq memimpin razia kendaraan dalam rangka cipta kondisi di Jalan Lintas Negara Malindo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Selasa (14/5). Razia dilakukan untuk mencegah penyelundupan barang-barang ilegal asal Malaysia. 

“Langkah antisipasi yang dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintasi PLBN Entikong, terutama yang berasal dari Malaysia menuju Indonesia,” kata Amin Siddiq melalui rilisnya, Selasa (14/5) malam. 

Kapolsek menegaskan, sasaran pemeriksaan kendaraan ini adalah pemeriksaan orang maupun barang yang berada didalam sarana pengangkut tersebut. “Pemeriksaan ini sudah dilakukan sejak awal Ramadan dan terus diintensifkan sampai menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Hingga saat ini pemeriksaan yang dilakukan kepolisian terhadap kendaraan, penumpang dan barang penumpang tidak ditemukan sesuatu yang melanggar hukum. Namun, lanjutnya, Dari hasil patroli dijalur tikus dalam rangkaian cipta kondisi wilayah Entikong, polisi menemukan komoditas pangan ilegal yang hendak diselundupkan ke Indonesia. 

“Dari patroli bersama lintas instansi kita menemukan sepuluh ikat telur di hutan disekitar PLBN, tapi pembawa barangnya melarikan diri,” katanya.

Kapolsek menambahkan, pengamanan dan pemeriksaan kepolisian dilakukan 24 jam. Untuk malam hari, patroli dilakukan berkala pada waktu-waktu yang dianggap rawan. “Kami mengedepankan anggota yang berpakaian bebas, supaya lebih mudah mengidentifikasi tindak kerawanan. Dari data Polsek, terdapat sejumlah titik rawan di perbatasan Entikong, di Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan yang melintasi Dusun Panga, kemudian di belakang komplek Patoka serta di kiri dan kanan PLBN Entikong,” tutupnya. (jul/nak)