Selasa, 17 September 2019


PLN Ground Breaking Proyek Listrik

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 121
PLN Ground Breaking Proyek Listrik

LISTRIK DESA - General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi, Sekda Kalbar, Syarif Kamaruzaman, Bupati Sanggau, Paulos Hadi dan Forkompimda saat ground breaking Pembangunan Listrik Desa se-Kalimantan Barat Tahun 2019 yang dicanangkan di Desa Mandong, Keca

SANGGAU, SP – PLN Kalbar terus berupaya menerangi semua wilayah di Kalimantan Barat. Tidak hanya di perkotaan, pasokan listrik untuk wilayah pedesaan juga dilakukan.

Upaya nyata yang telah dilakukan PLN untuk menerangi desa di Kalimantan Barat adalah dengan melakukan ground breaking proyek kelistrikan desa (Lisdes) 2019 di Desa Mandong, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Senin (20/5).

Ground breaking sekaligus menandai pelaksanaan seluruh pekerjaan proyek Lisdes. Pada 2019, PLN akan melistriki 60 desa/dusun yang tersebar di 12 kabupaten di Kalbar dan dilakukan Sekretaris Daerah Kalbar, Syarif Kamaruzaman, PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi dan Bupati Sanggau, Paulos Hadi.

General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi menjelaskan, rasio desa berlistrik di Kalbar saat ini sebesar 79,25 persen dari 2.130 desa, dengan rincian 1.515 desa menggunakan listrik PLN dan 174 desa non PLN.

"Ground breaking menandai akan segera dilaksanakannya pekerjaan proyek kelistrikan di 60 desa dan dusun yang tersebar di 12 kabupaten. Kami harap seluruh pekerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu," ujar Agung.

Saat ini seluruh material menyangkut pelaksana pekerjaan sudah tersedia, sebagian sudah dikirim ke lokasi desa. Sarana trasnportasi yang kurang kondusif di beberapa daerah jadi kendala utama proses pengangkutan material.

Khusus Desa Mandong, terdapat tiga dusun yang akan dilistriki, yakni Dusun Terindak, Dusun Empayan, dan Dusun Tuan, dengan panjang Jaringan Tegangan Menengah (JTM)  yang akan dibangun sepanjang 7,225 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang  2,024 kms, dan gardu distribusi berkapasitas kVA. 

Dengan adanya pembangunan dan perluasan jaringan ini nantinya PLN akan melakukan penyambungan 171 rumah warga.

Sementara, Sekretaris Daerah Kalbar, Syarif Kamaruzaman mengungkapkan,  upaya melistriki masyarakat telah dilakukan oleh PLN baik disisi pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi.

"Saya berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalbar dapat meningkatkan indeks desa membangun tiap tahunnya, serta mendukung perwujudan desa berlistrik di Kalbar," ungkap Kamaruzaman.

Bupati Sanggau, Paulos Hadi menyampaikan rasa  terima kasihnya atas upaya PLN yang telah menerangi desa di Sanggau.

“Tentunya apa yang dilakukan PLN akan sangat berarti untuk masyarakat desa di Sanggau yang akan dialiri listrik,” kata Paulos.

Kepada seluruh masyarakat desa yang desanya akan dilairik listrik PLN, Paulos meminta mereka untuk mau bekerja sama dengan PLN dalam pelaksanaan pembangunan kelistrikan nantinya.

“Bantu PLN nanti saat menyiapkan jaringan listrik. Dan jangan sampai ada yang klaim kalo ada tiang PLN yang masuk ke wilayah tanahnya, jangan minta ganti rugi ini itu,”tegas Paulos.

Menurut Paulos, rasio elektifikasi di Sanggau saat ini baru mencapai 72,34 persen. Ia berharap, setiap tahun, rasio ini  dapat terus meningkat. (jee/nak)

Sampaikan Rasa Terimakasih

Kades Mandong, Andreas, mengungkapkan bahwa keberadaan listrik yang akan masuk ke desa Mandong tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. Banyak aktifitas usaha warga yang dapat dilakukan tanpa harus tergantung dengan waktu. 

Desa Mandong sendiri berjarak lebih kurang 7 km dari jalan Provinsi di Desa Sosok. Beberapa dusun di desa Mandong sebelumnya sudah berlistrik, sementara sisanya akan segera terlistriki melalui program  proyek Lisdes 2019 ini. 

"Kami menyambut baik upaya PLN untuk segera melistriki beberapa dusun yang ada di Desa Mandong ini. Selama ini warga menggunakan genset untuk penerangan di rumah, itupun terbatas hanya beberapa jam saja,” kata Andreas.

Lebih lanjut Ia mengatakan untuk biaya selama warga harus merongoh kocek sangat dalam agar genset tetap menyala walaupun tidak 24 jam. Rata-rata biaya yang dikeluarkan sekitar 700 hingga 800 ribu per bulan untuk membeli BBM.

“Cukup besar untuk ukuran warga desa, belum lagi biaya perbaikannya jika sesekali terjadi kerusakan. Atas nama warga, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah lewat PLN yang kelak akan membuat desa kami terang benderang," ungkap Andreas sumringah. (jee/nak)