Tokoh Masyarakat Sanggau Serukan Persatuan

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 96

Tokoh Masyarakat Sanggau Serukan Persatuan
JAGA PERSATUAN - Lintas tokoh agama saat menyatakan penolakan terhadap aksi people power dan tindakan inkonstitusional. Ist
Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk kembali bersatu, bergandengan tangan untuk menjaga Indonesia tetap damai. Seruan itu disampaikan bupati dua periode ini menyikapi rencana aksi pada Rabu, (22/5) hari ini.

PH kemudian mengulang kembali salah satu poin penting sambutan Menteri Kominfo yang ia bacakan saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 di halaman Kantor Bupati Sanggau.

“Tadi saya sudah apel, membacakan sambutan Menteri Komifo. Saya kira baik, mengingatkan kita bahwa persatuan itu di atas segala-galanya. Kemudian sejarah juga membuktikan bahwa negara ini dibangun dengan prinsip gotong royong,” ujar bupati kepada wartawan usap rapat paripurna penyampaian rekomendasi LKPj Bupati Sanggau tahun anggaran 2018 di gedung DPRD Sanggau, Senin (20/5) kemarin.

Lebih lanjut PH menyebut bahwa gotong royong itu merupakan inti dari ideologi negara yaitu Pancasila. “Kalau Bahasa kerenya itu adalah core of the core, dari Pancasila. Nah itu diingatkan kembali. Jadi kita sejalan dan Sanggau memang sudah sejalan. Saya sudah katakan, kita punya seven brande images, kita lakukan gotong royong itu jadi ideologinya kita, yaitu Pancasila,” tegasnya.

Berkaitan dengan keinginan semua pihak untuk selalu berbuat yang maksimal untuk masyarakat Sanggau, lanjut Bupati, ini momentum baik. 

“Kita harus bangkit kembali untuk mempersatukan. Soal isu akhir-akhir ini, lebih baik fokus mengurus bangsa. Sanggau butuh masyarakat yang adem, kita tentram. Ketika negara dalam keadaan aman, pemerintah bisa membangun dengan baik,” ucapnya.

PH juga kemudian mengutip pernyataan Bupati Kulon Progo yang juga menyerukan agar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya mengutip sahabat saya Bupati Kulon Progo. Beliau katakan, ayolah, lebih baik kita perangi kemiskinan, kebodohan, dari pada kita melakukan hal-hal yang mungkin belum efektif untuk kebangsaan. Mari bersatu, itu lebih utama,” serunya.

Sementara itu, sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Entikong, Kabupaten Sanggau menyatakan penolakan terhadap aksi inkonstitusional. Keputusan itu diperoleh setelah mereka menggelar pertemuan guna membahas persoalan politik Tanah Air pasca Pemilu 2019.

Dalam pertemuan yang digelar di Mapolsek Entikong, Senin (20/5) malam itu, FKUB juga sepakat menyerahkan sepenuhnya hasil pleno rekapitulasi suara pemilu kepada KPU. “Kami Forum Kerukunan Umat Beragama Kecamatan Entikong, dalam rangka Pemilu 2019 menyerahkan hasil pleno dan penghitungan suara kepada KPU dan menolak aksi people power dan tindakan inkonstitusional,” demikian bunyi deklarasi bersama FKUB Entikong dalam rilisnya.

Deklarasi bersama FKUB tersebut dibacakan Ustadz Wijianto, Ustadz Simas, Pendeta Martinus, Pengurus MABM Entikong, Pengurus DAD Entikong, Pengurus Masjid serta tokoh lintas etnis di Entikong.

Kapolsek Entikong, Kompol Amin Siddiq mengharapkan, keputusan bersama FKUB ini dapat disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Entikong. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah Entikong. “Mari kita sama-sama terus menjaga kerukunan dan toleransi, khususnya di Entikong ini,” tutupnya. (jul/nak)