Sanggau Gelar Dzikir dan Doa Bersama

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 55

Sanggau Gelar Dzikir dan Doa Bersama
DUKUNG PEMILU - Acara nuzulul quran yang dirangkai dengan dzikir dan doa bersama dalam rangka mendukung penetapan hasil Pemilu 2019 di Kabupaten Sanggau di Masjid Agung Al-Mu’awwanah, Selasa (21/5) malam. Ist
SANGGAU, SP - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Sanggau, H Toyib Saefuddin Alayubi mengingatkan kepada seluruh umat muslim bahwa perbedaan itu adalah kodrat Allah SWT.

“Oleh karena itu, jangan ingkari kodrat Yang Maha Kuasa itu,” kata Toyib dalam tausiyahnya pada acara nuzulul quran yang dirangkai dengan dzikir dan doa bersama dalam rangka mendukung penetapan hasil Pemilu 2019 yang berlangsung di Masjid Agung Al- Mu’awwanah Sanggau, Selasa (21/5) malam.

Kegiatan yang mengangkat tema Kebersamaan dalam Keberagaman (Perspektif Alquran) ini digagas Pengurus Masjid Agung Al –Mu’awwanah Sanggau bersama Kantor Kementerian Agama Sanggau dan Polres Sanggau.

Di hadapan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Sanggau, TNI dan Polri, Toyib menyampaikan, surat al-hujurat ayat 13 yang artinya ‘’Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal’’. (Qs. al-Hujurat: 13)

Pada ayat ini, ia menyebut, khitobnya adalah untuk seluruh manusia dan menjelaskan tentang dasar penting yang menjamin tatanan dan ketetapan serta membedakan nilai hakiki kemanusiaan dari nilai-nilai palsu dan batil.

“Maka ayatnya mengatakan, hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal,” kata Toyib.

Ia mengatakan, para ahli tafsir menyebut ayat tersebut melarang untuk berbangga diri dengan menggunakan nasab, maka maksud dari ayat ‘dari seorang laki-laki dan seorang perempun’ adalah Adam dan Hawa.

“Maknanya adalah Kami menciptakan kalian dari ayah dan ibu yang sama tanpa ada perbedaan antara yang berkulit putih dan hitam serta yang Arab dan non-Arab. Dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bukan untuk saling memuliakan diri kepada yang lainnya, tapi agar kalian saling mengenal,” kata Toyib.

Kepala Kantor Kementrian Agama Sanggau, HM Taufik yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan sejarah singkat turunnya al-quran, dimana al-quran harus menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

Ia kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polres Sanggau dan pengurus Masjid Agung Sanggau dan tentunya Kementerian Agama yang telah menggelar acara ini. Terlebih dzikir dan doa bersama untuk bangsa agar tetap aman dan kondusif.

“Dan saya mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sanggau untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum. Karena hal itu juga perintah Al-Quran,” pungkas Taufik. (jul/nak)