PH Hadiri Nuzulul Quran di Sekayam

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 83

PH Hadiri Nuzulul Quran di Sekayam
NUZULUL QURAN - Bupati Sanggau Paolus Hadi saat mengahdiri acara peringatan Nuzul Quran di Masjid Nurul Yaqin, Sentana, Kelurahan Tanjung Sekayam, Rabu (22/5) malam.
SANGGAU, SP - Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) mengingatkan semua pihak bahwa saat ini persaudaraan sesama anak bangsa mulai tergerus. Hal itu disampaikan bupati dua periode ini saat menghadiri acara nuzulul quran 1440 H di Masjid Nurul Yaqin, Sentana, Kelurahan Tanjung Sekayam, Rabu (22/5) malam.

“Persaudaraan sesama anak bangsa saat ini sudah mulai tergerus, baik antar sesama maupun antar lainnya. Karena itu, saya mengajak masyarakat Sanggau untuk mengingat kembali bagaimana persaudaraan, kerukunan dalam perbedaan yang telah dilakukan oleh para orang tua kita terdahulu,” ujar PH.

Ia kemudian mengisahkan cerita Dompu, kisah persaudaraan dan persahabatan dari orang-orang yang berbeda suku dan agama. Dulu kata PH ada orang yang bernama Dompu. 

“Dompu itu selalu ada, mau dia Dayak atau Melayu, Tionghoa. Nah ini nambah lagi ni, ada Jawa, dan suku bangsa yang lain. Macam bapak sayalah. Dia ndak pandai nyari ikan, tapi ada Dompu yang pandai nyari ikan. Dia tinggal di Beringin. Dia datang ke rumah. Masih banyak lagi kisah-kisah persahabatan lain yang sudah dilakukan orang tua kita dulu, yang mestinya kita teladani sekarang ini,” tutur PH.

Perbedaan itu, diharapkan dia, harus disyukuri. “Jangan takut kita berbeda, karena memang kita berbeda. Dari tubuh kita saja kita berbeda. Telinga kanan dengan kiri berbeda, lubang hidung juga berbeda, apalagi wajah kita, semuanya berbeda,” timpalnya.

Untuk itu, PH mengajak semua lapisan masyarakat tetap konsisten menjaga Sanggau. “Karena Sanggau ini rumah kita bersama, yang di dalamnya ada bermacam-macam suku, agama, RAS dan lain sebagainya. Soal perbedaan politik itu biasalah. Jangan dibawa sampai ndak habis-habis. Beda itu biasalah. Itulah kodrat kita, berbeda,” tegasnya.

Ketua Pengurus Masjid Nurul Yaqin, Ambari dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PHBI yang telah berserdia menggandeng Pengurus Masjid Nurul Yaqin menyelenggarakan nuzulul quran ini. Ia berharap, nuzulul quran ini dapat menyadarkan sesama anak bangsa untuk tetap menghargai perbedaan.

Sementara itu, Wakil Ketua PHBI Kabupaten Sanggau Ahmad Saukani mengatakan, peringatan nuzulul quran yang digelar PHBI tahun ini diadakan di dalam kota. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di masjid yang ada di kecamatan-kecamatan. 

“Jadi, kita laksanakan secara bergiliran, tidak hanya di kota. Tapi pembinaan umat ini kita lakukan di desa dan kecamatan-kecamatan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ahmad juga menyampaikan beberapa program PHBI Kabupaten Sanggau. Diantaranya pawai obor menyambut Ramadan 1440 H, peringatan nuzulul quran, pawai keriang bandong menyambut Idul Fitri 1440 H dan Shalat Id 1 Syawal 1440 H di halaman Pemda Sanggau. (jul/nak)

Moderasi Sebagai Ikhtiar Bersama

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau H M Taufik saat menghadiri acara nuzulul quran 1440 H di Masjid Nurul Yaqin, Sentana, Kelurahan Tanjung Sekayam, Rabu (22/5) malam mengatakan, bahwa pihaknya senantiasa menggaungkan konsep moderasi beragama. 

Moderasi dikatakannya, adalah ikhtiar bersama mengenai cara penduduk Indonesia beragama. Terlebih bangsa Indonesia memang memiliki penduduk dan suku bangsa serta agama yang beragam. Dengan cara inilah umat islam selalu hidup dalam kerukunan dengan umat agama lain.

“Moderat berarti tidak radikal dan tidak liberal, tidak ekstrem ke kanan maupun ekstrim ke kiri. itulah cara Indonesia beragama. Kita tidak ingin di republik tercinta ini ada paham, apalagi pengamalan agama yang ekstrem atau berlebihan,” tandasnya.

Acara nuzulul quran yang mengangkat tema kebersamaan dalam Perspektif Al-Quran ini selain dihadiri masyarakat juga dihadiri sejumlah tokoh penting yang ada di Kabupaten Sanggau seperti AKBP Imam Riyadi, Dandim 1204/Sgu Letkol Inf Gede Setiawan, Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus, Kapolsek Kapuas Iptu Sri Mulyono, Danramil Kapuas Kapten Inf Eko dan penceramah Ustazd Barokah. (jul/nak)