Selasa, 17 September 2019


Ontot Minta Potensi Zakat Dimaksimalkan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 97
Ontot Minta Potensi Zakat Dimaksimalkan

SERAH ZAKAT - Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyerahkan zakat kepada fakir miskin dan Duafa, Lembaga Pendidikan Islam dan sejumlah Asnaf penerima lainnya di Kabupaten Sanggau.

SANGGAU, SP – Wakil Bupati (Wabup) Sanggau meminta agar potensi zakat yang ada di Kabupaten Sanggau bisa dimaksimalkan. Hal itu disampaikan Wabup dua periode ini saat menghadiri penyerahan zakat kepada para mustahik atau penerima zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sanggau, Senin (28/5).

Ontot mengatakan, dirinya sudah berdiskusi dengan Ketua Baznas Sanggau untuk mencari formula bagaimana meningkatkan pendapat Baznas. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang zakat, termasuk kepada PNS muslim.
Dengan jumlah penduduk beragama muslim sekitar 30 persen di Kabupaten Sanggau, ia menilai perolehan zakat yang masuk di Baznas masih tergolong kecil. 

“Untuk itu, perlu dipikirkan bagaimana kedepan pendapatan Baznas ini bisa meningkat dengan menargetkan capain-capaian potensi yang ada,” kata Ontot di gedung Baznas Sanggau.

Ia juga mengapresiasi Baznas yang tetap konsisten menjalankan program-program zakat. Ontot menyebut, keberadaan Baznas sangat membantu pemerintah daerah dalam rangka mengangkat harkat dan martabat serta ekonomi umat, khususnya umat muslim di Kabupaten Sanggau. 

“Tadi kita dengar banyak sekali program-programnya. Termasuk ada juga pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada Baznas, lanjut Ontot, Pemkab Sanggau akan terus men-support berbagai kegiatan Baznas. “Terutama membiayai kebutuhan operasional. “Ya tiap tahun lah kita usahan biayai,” timpalnya.

Ketua Baznas Kabupaten Sanggau, H Sjamsul Chaidir yang hadir pada acara tersebut mengatakan, Baznas memiliki beberapa program, diantaranya bedah rumah, sunatan masal, beasiswa, pemberian modal usaha kepada pedagang kecil, santunan bulanan kepada lansia, santunan fakir miskin dan kaum dhuafa, pemberian bantuan kepada lembaga pendidikan Islam, TPA/TPQ, yayasan Islam, santunan kepada guru ngaji tradisional, pembinaan muallaf dan pembinaan dai.

“Dan hari ini (kemarin, red) kita menyalurkan santuan kepada 42 fakir miskin, 21 LPQ, 1 yayasan, bantuan bulanan kepada 6 orang tidak mampu, 1 kelompok binaan mualaf di Engkau Kecamatan Parindu. Totalnya kurang lebih Rp114.475.000,” bebernya.

Selain itu, bantuan juga diserakan kepada 1 ormas islam, 1 Surau dan 1 Masjid dengan total anggaran Rp8.000.000. “Jadi, total zakat yang kita keluarkan hari ini (kemarin, red) sebesar Rp122.475.000,” terang Sjamsul.

Sementara itu, Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Sanggau H Jaljuli menyambut baik program-program Baznas yang menurutnya dapat dirasakan langsung oleh umat dan dapat berdaya guna bagi fakir miskin yang menerima. “Bulan Ramadan ini mesti menjadi momentum bagi umat muslim yang memenuhi syariat agama untuk menghitung berapa zakat yang dikeluarkan. Kalau ada muzakki yang belum bisa menghitung, silakan konsultasikan ke Baznas,” tutupnya. (jul/nak)

Bantu Mustahik Bangun Usaha Kopi Kampung

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengembangkan program ekonomi dengan memberdayakan mustahik melalui bantuan modal usaha berjualan “Kopi Kampung” yang menawarkan konsep minuman kopi kekinian.

Dilansir dari wartakotalive.com, Ketua Baznas, Bambang Sudibyo mengatakan, Kopi Kampung diharapkan bisa meningkatkan derajat penjual kopi agar lebih profesional dan menyuguhkan kopi-kopi dari daerah sebagai produk kopi yang dijualnya.

“BAZNAS mendorong pengentasan kemiskinan dalam bentuk pemberian akses untuk terus menumbuhkan usaha yang meliputi modal, pendampingan produksi dan pemasaran,” kata Bambang saat Acara Launching Kopi Kampung di halaman Kantor BAZNAS, Jakarta pusat, Selasa (28/5).

Secara simbolis, bantuan ini diberikan kepada 10 mustahik yang berjualan di sekitar Jabodetabek. Bantuan yang diberikan berupa modal usaha paket Bicyle Cofee seperti Kettle, thermos, kertas saring, driper, french press, scale, stoples 4 buah, gerinder manual, kompor, apron, produk kopi dan alat nadi pos.

Penerima mafaat zakat ini juga diberikan pelatihan, motivasi usaha dan pelatihan sebagai barista. Selain itu, para penerima mamfaat ini juga ikut memperkenalkan kopi-kopi hasil produksi mustahik binaan BAZNAS yakni Kopi Bukit Tempurung di Jambi dan Kopi Tondok lemo di Tana Toraja. Dengan pemberian bantuan ini, mustahik yang tadinya tidak memiliki usaha dan penghasilan, bisa mendapatkan pemasukan dari menjalankan usaha ini mencapai Rp3.000.000,-Rp4.000.000,- per bulan. (nak)