Rabu, 20 November 2019


Paolus Hadi Kecewa di Apel Pertama

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 184
Paolus Hadi Kecewa di Apel Pertama

ABSEN PEGAWAI - Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot didampingi Kepala BKPSDM Herkulanus HP mengabsen ASN saat apel di hari pertama masuk kerja usai libur lebaran di halaman Kantor Bupati Sanggau, Senin (10/6).

SANGGAU, SP - Meski sudah diperingatkan, masih ada aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Sanggau yang tidak masuk kerja di hari pertama usai libur lebaran. Jumlahnya pun lumayan banyak yakni mencapai 105 orang.

“Tadi setelah saya sidak, data sementara dari data pegawai yang wajib apel ada 51 orang PNS yang tanpa keterangan. Yang non PNS belum dilaporkan berapa. Saya belum tahu dari kecamatan berapa,” kata Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) saat memimpin apel di halaman Kantor Bupati, Senin (10/6).

Bupati dua periode ini mengatakan, ada kewajiban dari bupati untuk melaporkan ASN yang tidak masuk tanpa alasan sah ke Kementerian RB. “Nanti kita tunggu sanksinya apa. Karena sampai hari ini belum diberitahukan. Tapi akan diberikan sanksi,” tegas PH.

Begitu juga tenaga kontrak, yang menjadi tanggungjawab bupati jika tidak masuk tanpa ada keterangan. “Jangan nanti sakit jadi alasan. Kita ini jatuhnya tega dengan diri sendiri. Aman dibilang sakit, dibilang ada yang meninggal. Padahal sudah lima tahun lalu meninggalnya. Tapi kalau mengakal (berbohong, red) orang, ya ngakal diri sendiri,” ujar PH.

Kehadiran di hari pertama, dikatakan Bupati, bukan karena takut akan sanksi. Kehadiran harus didasari sikap disiplin dan tanggungjawab akan tugas. 

“Kalau begitu (takut ancaman) nanti pemerintah membuat terus ancaman-ancaman kepada kita. Jadi kalau hari ini (kemarin, red) kita sudah masuk kerja, ya masuk kerja, bukan karena takut ancaman. Saya berpesan itu saja. Jangan sampai nanti kami sedikit-sedikit ngancam kalian. Tak lucu rasanya. Kalau dalam pendidikan orang dewasa itu kan tak berlaku lagi. Tapi apa boleh buatlah,” tuturnya.

PH mengungkapkan masih banyak juga yang bersikap culas, berharap gaji bulanan tanpa bekerja masksimal. “Nyaman makan gaji, sementara ada yang jam empat pagi sudah turun noreh cari duit. Kita tak mau kerja. Karena setiap bulan sudah aman. Kata orang itu banyak yang mau jadi PNS karena posisinya aman. Kerja tak kerja digaji. Kalau dulu lebih parah lagi. Nongkrong di warung kopi. Kawan udah setengah mati kerja. Jadi kita kerja bukan karena takut diancam. Kalau begitu kalian belum dewasa jadi PNS,” katanya.

Pada kesempatan itu, PH juga mengumumkan bahwa Sekda Sanggau, AL Leysandri sudah positif akan dilantik menjadi Sekda Kalbar. “Kemarin saya berlebaran ke Pak Gubernur, Pak Gubernur langsung menyampaikan kepada saya bahwa Sekda kita positif sudah untuk ke Provinsi. Jadi mungkin pelantikannya dalam waktu tidak lama lagi,” katanya.

Karena itu, Bupati meminta agar Sekda segera membereskan pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas. “Untuk Plt (Sekda) akan ditindaklanjuti. Karena Sekda ini Pj, sebelum kita punya yang definitif. Jadi Plt dulu, nanti saya usulkan Pj-nya, setelah itu kita dapat yang definitif. Tapi aturannya Pj, karena Sekda kita kosong. Kalau Pj, itu harus disetujui Gubernur. Kalau Plt oleh Bupati. Jadi itu pengumuman untuk saudara-saudara sekalian,” demikian PH.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sanggau Herkulanus HP mengatakan, selain 51 ASN, terdapat 54 tenaga kontrak yang tidak masuk kerja di hari pertama usai libur lebaran.

“51 ASN yang tidak masuk kerja di hari pertama, sama seperti penghitungan semula. Sedangkan untuk tenaga kontrak yang tidak masuk kerja hari ini (kemarin, red) sebanyak 54 orang,” bebernya.

Sanksi bagi ASN yang tidak masuk kerja di hari pertama tercantum dalam Surat Menteri PANRB Nomor: B/26/M.SM.00.01/2019 tentang Laporan Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Lembaran surat yang diteken Menpan RB Syafruddin ini ditujukan kepada para pejabat pembina kepegawaian instansi pusat dan daerah. Serta ditembuskan kepada Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK).

Dalam surat bertanggal 27 Mei 2019 itu, Menpan RB meminta agar dilakukan pemantauan terhadap ASN usai lebaran, tepatnya Senin 10 Juni 2019. Dalam surat tersebut di point 3, berbunyi “Terhadap ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah pada hari Senin, tanggal 10 Juni 2019 dijatuhi sanksi hukuman disiplin karena melakukan pelanggaran terhadap kewajiban Pasal 3 angka 17 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil”. (jul/nak)

Masalah Klasik

Tokoh pemuda Sanggau, Candra Apriansyah mengaku kecewa atas sikap para ASN dan tenaga kontrak yang ada di Kabupaten Sanggau lantaran mangkir di hari pertama masuk kerja usai libur lebaran Idul Fitri.

“Saya menyayangkan atas jumlah ASN/tenaga kontrak pemkab sanggau tidak masuk kerja pasca libur lebaran yang jumlahnya mencapai 105 orang, padahal sudah jelas bahwa libur pasca lebaran masuk tgl 10 ini, tapi masih ada saja yg tidak masuk, masalah klasik ini saya kira harus di beri peringatan keras agar tak terulang di setiap tahun,” seru Candra di hubungi, Senin (10/6).

Candra beralasan menyebut seikap para ASN dan tenaga kontrak ini klasik lantaran terus terjadi setiap tahun. Meski ancaman sanksi sudah jelas ada namun itu sama sekali tak membuat mereka menjadi takut.

“Bagaimana mau disiplin membangun daerah jika para pegawai nya saja masih jauh dari kata disiplin. Apalagi sampai 105 orang tanpa keterangan, ini saya kira pegawainya di pertanyakan intregritasnya, seharusnya sadar jika kalian bekerja di bayar oleh rakyat,” kesal Candra.

Dirinya berharap Pemkab Sanggau bisa memberikian sanksi yang tegas agar memberikan efek jera tarhadap para ASN dan pegawai tenaga kontrak yang melanggar ketentuan dengan menambah jatah libur. 

“Saya berharap masalah ini jangan terjadi lagi di tahun akan datang, beri sanksi yang berat agar jera. Bagaimana mau meningkatkan birokrasi yang hebat jika pegawainya di pertanyakan intregritasnya dalam bekarja. Spele sih kalau di lihat, cuma kalau sudah jadi budaya kapan mau majunya Indonesia, khususnya Sanggau ini,” pungkasnya. (nak)