Rabu, 18 September 2019


PH Minta Lestarikan Adat dan Jaga Situs Budaya

Editor:

Nana Arianto

    |     Pembaca: 85
PH Minta Lestarikan Adat dan Jaga Situs Budaya

SERAHKAN - Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyerahkan piala kepada pemenang lomba dalam Gawai Nosu Minu Podi 2019 di Pedagi Bayank, Desa Entakai, Kecamatan Kapuas, Minggu (23/6).---Ist

SANGGAU, SP - Bupati Sanggau, Paolus Hadi (PH) mengingatkan agar adat, budaya dan situs budaya terus dijaga dan dilestarikan. Hal itu disampaikan PH saat menghadiri penutupan Gawai Nosu Minu Podi di Pedagi Bayank, Desa Entakai, Kecamatan Kapuas, Minggu (23/6).

“Saya senang bisa datang dan berkumpul bersama masyarakat dalam penutupan gawai dan ritual adat di pedagi ini. Gawai merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat adat secara turun temurun sebagai ungkapan syukur kepada akek penompa (Tuhan) atas hasil pertanian, yakni hasil panen padi selama kurun waktu setahun,” katanya.

Setelah gawai, PH menyebut, masyarakat bersiap untuk berladang kembali. “Ritual adat di pedagi merupakan bayar niat atas apa yang telah dinazarkan sebagai ungkapan syukur atas permohonan kepada sang leluhur. Padagi juga merupakan situs atau cagar budaya yang perlu dijaga serta dipelihara dengan baik,” ujarnya.

Kepada para pemenang lomba dalam Gawai Nosu Minu Podi, PH memberikan selamat. “Yang menang selamat, dan Gawai Nosu Minu Podi ini berjalan sukses. Semoga tahun depan hasil panen padi masyarakat melimpah,” ucapnya. 

Pada kesempatan itu, Bupati dua periode ini juga menyampaikan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dari Pana menuju Entakai dan menuju Selampung tahun ini sudah dianggarkan dan tinggal nunggu pelaksanaan pengerjaannya saja.

Sementara itu, Ketua Panitia Gawai Nosu Minu Podi, Christianus S. Tony menyampaikan, gawai dilaksanakan dari tanggal 20 Juni 2019 dan telah dilaksanakan beberapa lomba permainan rakyat.

“Seperti lomba ngolaper (ketapel), lomba geladak (enggrang), lomba ngompuh podi (numbuk padi) dan lomba borosi (pangka gasing). Semuanya berjalan dengan baik, dan penutupan gawai dilakukan dengan ritual adat di pedagi, selanjutnya semoga tahun depan lebih meriah lagi,” pungkasnya. (jul/nak)