Sanggau Terbuka Untuk Semua Etnis, Adat dan Budaya

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 213

Sanggau Terbuka Untuk Semua Etnis, Adat dan Budaya
GAWAI DAYAK - Bupati Sanggau, Paolus Hadi melakukan pemancungan buluh muda sebelum memasuki lokasi pembukaan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XV Kabupaten Sanggau di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Minggu (7/7).
Bupati Sanggau, Paolus Hadi (PH) membuka secara resmi Gawai Dayak Nosu Minu Podi XV Kabupaten Sanggau yang bertemakan “Dayak Bermartabat, Indonesia di Dadaku”, Minggu (7/7). 

Agenda tahunan yang dipusatkan di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Desa Sungai mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau ini akan berlangsung hingga, Rabu (10/7).

Dalam kesempatan tersebut, PH menegaskan, Pemkab Sanggau berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan adat dan budaya di Bumi Daranante, julukan Kabupaten Sanggau. “Gawai Dayak ini merupakan agenda tahunan rutin yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sanggau setiap tanggal 7 Juli. Ini juga even yang selalu dinanti-nanti masyarakat, terlihat dari jumlah pengunjung yang selalu meningkat setiap tahun,” ujar PH dalam kesmepatan tersebut.

Bupati Sanggau dua periode ini menyebut, bukan hanya Gawai Dayak yang menjadi agenda rutin Pemerintah Daerah, tetapi kegiatan adat dan budaya dari etnis lainnya yang ada di Kabupaten Sanggau. Seperti Festival Budaya Paradje’ dan Pasaka Negeri, Malam Satu Suro, Paguyuban Pasundan, Malam Badendang dan dari kegiatan adat dan budaya dari etnis Batak dan Madura.

Kepada seluruh panitia, PH yang juga duduk di salah satu Deputi Majelis Adat Dayak Nasional MADN ini menyampaikan terima kasih karena sudah bekerja keras untuk menyukseskan pelaksanakan gawai ini. 

“Selamat dan sukses untuk Gawai Dayak Nosu Minu Podi XV, saya berpesan untuk kita semua agar adat, budaya yang kita miliki terus diperkuat,” tekannya.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot yang hadir pada acara pembukaan menegaskan, Gawai Dayak ini merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang didapat. Sekaligus untuk pemberkatan benih, bibit dan alat perlengkapan untuk bercocok tanam.

“Indonesia berada di tengah-tengah peradaban dunia, maka dari itu kita sebagai masyarakat adat harus memelihara dan melestarikan adat budaya yang dimiliki. Dan kegiatan gawai ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sanggau yang tertuang dalam seven brand images, yakni Sanggau Budiman (Berbudaya dan Beriman),” tutur Ontot.

Wakil Bupati Sanggau ini juga tak lupa mengucapkan selamat datang dan selamat gawai untuk seluruh masyarakat Dayak Sanggau. “Kami selaku pengurus DAD Kabupaten Sanggau mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sanggau karena telah mendukung penuh dalam hal pendanaan untuk kegiatan gawai ini. Dan gawai ini juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama ekonomi kreatif,” pungkas Ontot.

Hadir dalam pembukaan Gawai Dayak ini, Gubernur Kalbar yang diwakili Kadis Porapar Provinsi Kalbar, Natalia Karyawati, Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Gede Setiawan, Kepala PN Sanggau Arief Boediono, Pj Sekda Sanggau Kukuh Triyatmaka, kepala OPD Kabupaten Sanggau, kepala instansi vertikal, pengurus DAD Provinsi Kalimantan Barat, tamu dari Sarawak Malaysia, MABM, MABT serta perwakilan masyarakat Madura, Batak, Padang, Jawa dan Pasundan. (jul/nak)