Kamis, 12 Desember 2019


Imam Persilahkan Publik Kritik Kinerja Polres Sanggau

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 146
Imam Persilahkan Publik Kritik Kinerja Polres Sanggau

TIUP LILIN - Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi bersama istri meniup lilin pada acara Pesta Rakyat HUT ke-73 Bhayangkara di Panggung Promotor Polres Sanggau, Selasa (16/7).

SANGGAU, SP - Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi mempersilahkan masyarakat untuk memberikan masukan dan saran demi peningkatan kinerja Polres Sanggau dan jajarannya.

Hal itu disampaikan Imam pada acara Pesta Rakyat HUT ke-73 Bhayangkara yang diisi tarian multi etnis, pembagian hadiah pemenang lomba dan wisuda purnabakti personel Polres Sanggau.

“Kedepan, saya terus berharap masukan dan koreksi dari seluruh lapisan masyarakat Sanggau serta instansi pemerintah agar Polres Sanggau semakin profesional, modern dan terpercaya dalam pelaksanaan tugas ujarnya di Panggung Promotor Polres Sanggau, Selasa (16/7).

Di hadapan para tamu undangan yang hadir, Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini masih terdapat kekurangan, kekeliruan dalam pelaksanaan tugas. “Termasuk juga personel kami yang mungkin belum bisa berperilaku sebagai aparatur pemerintah, terlebih ada hal yang kurang pas, kurang pantas, saya menghaturkan beribu mohon maaf,” ucap Imam.

Pada kesempatan itu, Kapolres juga berharap sinergitas dengan pemerintah daerah, TNI dan stkaeholder lainnya terus berjalan baik.
“Sama-sama kita, bahu membahu, bersinergi mendukung pelaksanaan pembangunan di Sanggau. Dan saya mengapresiasi pak Bupati yang selama itu terus membantu tugas-tugas Polri dalam mewujudkan Kamtibmas di Sanggau yang sampai aman dan kondusif. Pilkada, Pilpres dan Pileg di tahun 2019 yang aman dan damai mampu kita wujudkan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sanggau, Poalus Hadi (PH) menyampaikan terima kasih atas apa yang sudah diberikan Polres Sanggau untuk Kabupaten Sanggau. “Sebagai bupati saya sangat mengucapkan terima kasih kepada pak Kapolres dan jajaran. Karena beliau betul-betul mendorong bagaimana kepolisian bisa menjadi bagian sangat penting untuk masyarakat Sanggau,” ucapnya.

Semangat ini, lanjut dia, patut dicontoh agar bagaimana Sanggau kedepan bergerak dengan mimpi Sanggau bermartabat. Untuk menjadikan Sanggau punya harga diri tentu tidak bisa satu komponen, tidak bisa hanya pemerintah daerah saja, kemudian hanya kepolisian, TNI, Kejari dan Stakeholder lainnya.

“Saya selalu bilang jangan takut kalau menyebut kita ini berbeda. Tapi perbedaan bukan penghalang, mungkin bapak ibu sudah sering dengar itu ya. Karena di dalam tubuh kita saja pasti berbeda. Dan kemarin kita mendengar pidato bapak Presiden Joko Widodo dalam visi misinya kedepan. Kita harus sepakat, tidak ada ideologi selain Pancasila. Dan untuk Sanggau saya kira ini harus terus kita bina,” tegas PH.

Bupati dua periode ini menyebut, memang kadang-kadang kalau orang yang mayoritas, akan ego. “Contoh kita Dayak di sini ya, 67 persen. Kadang-kadang kita berpikir harusnya Dayak lebih hebat di sini. Tapi yang benar adalah orang mayoritas mampu mengajak saudara-saudaranya untuk berdampingan, sama-sama kuat,” timpalnya.

Sebagai sesama anak bangsa, PH ingin agar bersama-sama membangun daerah. “Di darah saya mengalir darah Dayak, saya katakan kalau mau maju jangan marah orang, kuatkan diri sendiri supaya kita bisa dihargai. Saya kira sama dengan suku bangsa lain, jadi itulah Indonesia, kita akhirnya bisa bersama-sama,” pungkasnya. (jul/nak)