Open Bidding Eselon II Sepi Peminat

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 582

Open Bidding Eselon II Sepi Peminat
LANTIK - Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat melantik tujuh pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau (11/5) yang lalu. Pemkab melalui BPSDM kembali membuka open bidding untuk beberapa jabatan Eselon II namun kali ini sepi pe
SANGGAU, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau memperpanjang waktu pendaftaran seleksi terbuka atau open bidding jabatan Eselon II. Langkah itu diambil karena baru tiga formasi jabatan yang memenuhi kuota dari delapan formasi yang dilelang.
Bahkan untuk jabatan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA), sama sekali tidak ada pelamar.

“Waktu pendaftaran kita perpanjang, mulai 16-30 Juli 2019. Satu formasi minimal empat orang (pelamar),” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sanggau, Herkulanus HP, Rabu (17/7). 

Menurutnya, tidak adanya pelamar untuk jabatan Kepala Dinas Bina Marga dan SDA karena minimnya ASN yang memiliki latar belakang pendidikan teknik. Kalaupun ada, dari sisi kepangkatan belum mencukupi. 

“Adanya baru satu tahun lebih, bulan Juni 2020 nanti pas dua tahun. Kalau saat ini ada pak Didit, dan pak Ade Sarbini. Tapi beliau (Ade Sarbini) dari segi umur apakah masih memungkinkan atau tidak,” terang Herkulanus. 

Ia menyebut, idealnya pelamar di jabatan Kepala Dinas Bina Marga dan SDA harus memiliki latar belakang pendidikan teknik. Pasalnya, dalam open bidding terdapat persyaratan kompetensi manajerial dan teknis. Artinya, sedapat mungkin latar belakang pendidikan harus bersesuaian. 

“Idealnya seperti itu. Di samping kemampuan manajerial, juga harus didukung kemampuan teknis. Seperti saya sarjana hukum misalnya. Saya mungkin mengerti manajerial, tapi kalau bicara teknis cor beton saya tidak tahu,” ujar Herkulanus.

Bagaimana jika setelah masa perpanjangan pendaftaran, kuota minimal pelamar tidak juga terpenuhi? Ia mengatakan, akan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

“Ini kan tidak semuanya tidak mencapai kuota. Kan ada yang sudah. Itu kita lanjutkan dengan tahapan seleksi selanjutnya. Jadi kami ini masih melakukan tahapan- tahapan yang seharusnya mesti kita lakukan,” timpal Herkulanus.

Menurut dia, jika nantinya setelah berkoordinasi dan KASN memutuskan untuk menurunkan grade persyaratan, kemungkinan akan ada yang mendaftar.  “Seperti persyaratan minimal menduduki jabatan eselon III itu dua tahun. Mungkin yang memiliki latar belakang teknik hanya satu tahun, pak Didit. Kalau persyaratan itu, setelah koordinasi dengan KSN, bisa diturunkan, mungkin bisa banyak yang daftar,” jelas Herkulanus.

Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot memiliki pandangan berbeda terkait nihilnya peminat jabatan Kepala Dinas Bina Marga dan SDA. 

“Mungkin galau juga. Kursi panas. Tapi sebenarnya kalau kerja benar ndak masalah. Saya pun mau jadi Kepala Dinas Bina Marga itu. Apa takut? Kalau tak jelas itu yang kita takut. Koti maham barang ni? Kalau shiratal mustaqim, ndak masalah. Ini mulai nak berhitung. Target capaian pertahun, per lima tahun,” katanya. (jul)

Harus Punya Kemampuan Teknis

Nihilnya pelamar untuk jabatan Kepala Dinas Bina Marga dan SDM Kabupaten Sanggau membuat anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro angkat bicara.

Ia menyebut, ada beberapa faktor penyebab nihilnya peminat di jabatan kepala OPD tersebut. Yakni minimnya latar belakang keilmuan, alokasi APBD yang cukup besar, serapan anggaran dan karena sudah ada ASN yang tersangkut masalah hukum di OPD tersebut. 

“Kalau tidak salah saya ada empat orang (yang tersangkut masalah hukum). Sebenarnya kalau SDM-nya punya keberanian dan integritas, saya rasa tak masalah. Ini kan manajerial. Tapi saya pikir, itu harus punya kemampuan teknis,” ujar Konggo.

Memang, lanjut dia, yang kemarin bermasalah dengan hukum itu di bawahnya yaitu PPK dan PPTK. “Tapi si Kadisnya juga harus menguasai itu. Kalau tidak, susah juga. Itu yang saya pikir membuat tidak ada pelamar,” tutupnya. (jul/nak)