Kamis, 19 September 2019


Ribuan Muslim Gelar Salat Idul Adha

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 145
Ribuan Muslim Gelar Salat Idul Adha

SALAT IED - Umat muslim di Kabupaten Sanggau mengikuti salat Idul Adha di halaman Kantor Bupati Sanggau, Minggu (11/8) pagi.

SANGGAU, SP – Ribuan umat muslim di Kabupaten Sanggau dan Sekadau, Minggu (11/8), menggelar salat Idul Adha 1440 H. Umat muslim berbondong-bondonga mendatangi lokasi pelaksanaan salat Idul Adha.

Di Sanggau, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar salat Idul Adha  di halaman Kantor Bupati Sanggau. Usai melaksanakan salat, umat mendengarkan khotbah H. Muhammad Hasbi. Khatib mengajak umat Islam yang hadir untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. 

“Apa yang dilakukan oleh kita tentu saja tak sebanding dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan keluarganya. Idul Adha identik dengan istilah Idul Kurban. Di mana sejarah Nabi Ibrahim telah mengajarkan umat manusia untuk melaksanakan pengorbanan atas perintah Tuhan Yang Maka Kuasa. Oleh karena itu, ibadah kurban hendaknya dimaknai sebagai sebuah upaya yang kuat untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri serta meningkatkan kepedulian terhadap sesame,” katanya.

“Selama kita masih bernapas, maka masih ada dan masih banyak kesempatan yang dapat kita kerjakan dan lakukan untuk berkorban menegakkan agama Allah,” ujar Hasbi.

Sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim, telah mengajarkan nilai-nilai luhur bahwa sesungguhnya untuk menegakkan agama Allah, untuk menegakkan kalimah Allah wajib berkorban. 

“Sabar, taat, dan tawakal mesti kita jadikan pegangan dan pakaian hidup,” pesan Hasbi.
Salat Idul Adha dihadiri Ketua umum PHBI Hadi Sudibjo bersama sejumlah pengurus, Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi, pimpinan OPD Kabupaten Sanggau, dan unsur Forkopimda.

Sementara itu di Kota Sekadau, warga menggelar salat Idul Adha di Terminal Lawang Kuari. Salat diimami Muhammad Aksin, dengan Khatib Samsul Alam.

Samsul Alam dalam khotbahnya menyampaikan pesan dan makna Hari Raya Kurban, yakni peristiwa yang agung dari keluarga Nabi Ibrahim,  yang bisa dipetik hikmah dan pelajaran bagi umat Islam di muka bumi.

“Mari kita bercermin dengan kehidupan keluarga Nabi Ibrahim, yang rela berkurban dengan menyembelih anaknya Ismail,” kata Samsul.

Khatib juga mengingatkan umat muslim yang hadir, agar momentum HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus, diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Karena kemedekaan Indonesia diraih dan direbut dengan pengorbanan dengan tumpah darah, dan dengan takbir. Maka, kita jaga persatuan dan kesatuan menjaga persaudaraan,” tegasnya.
Idul Adha juga dinamai juga Idul Nahr artinya hari raya penyembelihan. 

Hal ini untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan, Allah memberinya sebuah anugerah, sebuah kehormatan khalilullah (kekasih Allah).

Iwan Syahroni dihadapan para jamaah salat Idul Adha di masjid Nurul Hidayah, Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu, mengatakan bahwa makna Hari Raya Kurban menjalankan pesan Nabi Ibrahim AS beserta istrinya, Siti Hajar, dan anaknya Nabi Ismail AS yang telah meletakan dasar-dasar yang fundamental melalui pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban.

“Apa yang diajarkan itu mampu menjadi tuntunan bagi masyarakat dalam menunaikan rukun Islam yang kelima dan ikut berkurban,” kata  Iwan Syahroni di atas mimbar.

Dijelaskannya, apa yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS merupakan kepatuhan dan pengorbanan yang tiada tara atas perintah Allah, di mana jiwa dan ragapun siap dikorbankan.

"Seperti yang ditunjukan Nabi Ismail AS sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT, dan hormat terhadap orang tua. Semoga kita mampu menunjukan semangat keimanan yang semakin meningkat,” ucapnya.

Idul Adha memiliki hikmah dua dimensi yakni, ritual semata-mata memenuhi perintah Allah dan Rasul seperti dicontohkan Nabi Ibrahim sekalipun harus menyembelih putranya Nabi Ismail AS. Dan yang kedua, dimensi sosial yang mana daging kurban dapat menjadi perekat antar si kaya dan si miskin.

“Untuk itu khotib mengajak semangat persaudaraan dan kepedulian antar sesama itu dapat terus diamalkan,”kata dia.
Idul Adha, tegasnya, memiliki makna membina persaudaraan, mengamalkan nilai kepekaan dan kependulian antar sesama anggota masyarakat. 

Pelaksanaan salat Idul Adha mendapat penjagaan dari Kepolisian. 

Kapolsek Belitang IpdaAgus Junaidi menyebutkan menurunkan personel untuk melakukan pengamanan kegiatan salat Idul Adha di Masjid Sirajuddin, Desa Belitang Dua, Kecamatan Belitang.

“Pengamanan tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga kelancaran para jemaah dalam melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1440 H,” ujarnya.

Situasi pelaksanaan salat Idul Adha 1440 H di jajaran Polres Sekadau berjalan lancar dan tertib. Personel Kepolisian berjadi di sejumlah titik. (jul/akh/has)