Sabtu, 21 September 2019


Tokoh Agama Sampaikan Lima Pernyataan Sikap

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 2297
Tokoh Agama Sampaikan Lima Pernyataan Sikap

TANDA TANGAN. Bupati Sanggau Paolus Hadi mendatangani pernyataan sikap FKUB Kabupaten Sanggau pada acara silaturahmi Kamtibmas Polres Sanggau bersama FKUB Kabupaten dan Kecamatan di wilayah Kabupaten Sanggau untuk mencegah intoleran dan radikalisme yang

SANGGAU, SP - Sejumlah tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh adat serta tokoh masyarakat Kabupaten Sanggau, menyampaikan lima pernyataan sikap terkait video dakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang salib yang viral di media sosial. 

Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Polres Sanggau bersama FKUB Kabupaten dan Kecamatan di wilayah Kabupaten Sanggau untuk mencegah intoleran dan radikalisme yang berlangsung di aula Mapolres Sanggau, Senin (19/8). 

Adapun lima pernyataan sikap PKUB Kabupaten Sanggau yakni, menolak adanya provokasi dan ujaran kebencian/hate speech yang bisa menimbulkan perpecahan persatuan dan kesatuan NKRI, mengimbau kepada segenap umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh situasi, menolak radikalisme, intoleransi dan terorisme, menyerahkan dan mendukung sepenuhnya penanganan kepada pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia dan penegak hukum lainnya, menciptakan situasi Kabupaten Sanggau yang aman, sejuk dan damai.

Dalam acara tersebut, pernyataan sikap juga disampaikan Pemuda Cinta NKRI yang dimotori oleh Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sanggau Hubertus V Wake, Ikatan Sarjana Katolik Sanggau Yulia Teresia, Bamag Sanggau Pdt Daud Simarmata, Pemuda Oikumene Sanggau As Vikal, OMK Paroki Batang Tarang Oktavianus Ary dan OMK Paroki Bunut Edwardus Nanyo Singkil. 

Pertama, mendukung Kabupaten Sanggau yang damai dan toleran. Kedua, mendukung Sanggau terbebas dari bahaya hoaxs dan narkoba. Ketiga, mengecam keras pernyataan Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya terkait dengan pembahasannya tentang salib. Keempat, mendukung semua kegiatan keagamaan dan rangkaian kegiatannya dalam konteks merawat keutuhan berbangsa dan bernegara. Kelima, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Sanggau untuk tidak mudah terprovokasi atas segala bentuk tindakan/pernyataan yang provokatif.

Ditemui wartawan usai acara, Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi Polri, TNI, Kejaksaan dan Pemkab Sanggau menyikapi video dakwah UAS agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. 

“Sebelum pemilu, saat pemilu dan pasca pemilu, kita (NKRI) ingin digoyang. Namun alhamdullilah seluruh elemen masyarakat bahu membahu menjaga pemilu bisa berjalan dengan aman dan damai,” ujar Imam.

Oleh karena itu, Kapolres meminta masyarakat Kabupaten Sanggau agar tidak terprovokasi oleh video dakwah UAS tersebut. Ia menyebut, ada aktor-aktor yang sengaja bermain dan hendak merusak NKRI dengan sentimen agama. 

“Sasaran utama para perusak ini adalah keutuhan NKRI. Mereka ingin merusak persatuan dan kesatuan kita. Apalagi nanti ada video tandingan, karena itu harus kita antisipasi. Kita tidak ingin persatuan dan kesatuan yang sudah kita bangun dengan susah payah ini rusak oleh mereka. Kita baru saja memperingati HUT Kemerdekaan yang sudah diperjuangkan dengan susah payah oleh para pejuang kita,” pungkas Imam. 

Acara yang digagas Kapolres Sanggau Imam Riyadi ini dihadiri Bupati Sanggau Paolus Hadi, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Gede Setiawan, Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus, Kepala Kantor Kementerian Agama Sanggau H M Taufik dan Ketua FKUB Kabupaten Sanggau Pdt. Suyono.

Hadir pula perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau M. Ajau beserta DAD kecamatan, Kasi Kesbangpolinmas Kabupaten Sanggau Sisilia, Kapolsek jajaran Polres Sanggau, Sekretaris MABM Kabupaten Sanggau Ade Syafari, Ketua Bamag Kabupaten Sanggau Pendeta Daud Simarmata, Ketua NU Kabupaten Sanggau H. Toyib SA, Wakil Ketua Muhammadiyah Kabupaten Sanggau Abdul Rahim, Paguyuban se-Kabupaten Sanggau, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kabupaten Sanggau. (jul)
 
Berpikir Panjang Demi NKRI

Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Polres Sanggau menyikapi video dakwah UAS tentang salib yang viral di media sosial. 

Kepada seluruh tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang hadir, PH meminra agar mempunyai persepsi yang sama menyikapi video tersebut. “Jangan melihat video tersebut sepotong -sepotong, tetapi yang harus kita lakukan adalah berpikir panjang untuk NKRI,” tegasnya ditemui usai acara tersebut, Senin (19/8).

Menurut Bupati dua periode ini, dalam kehidupan bersama, harus mampu memahami hal-hal yang mungkin tidak bisa dipahami. “Tadi (kemarin, red) sudah kita ungkapkan semua sehingga ada pernyataan sikap. Salah satu poinnya kita memang menolak betul ujaran kebencian, hoaks dan paham-paham radikalisme,” ucapnya.

Kepada seluruh masyarakat Sanggau, PH meminta agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban. “Intinya kita di Sanggau harus tetap aman. Kita harus tunjukan kepada mereka-mereka yang ingin memecah belah kita bahwa mereka gagal. Sekali lagi saya minta jangan ada lagilah hal-hal yang membuat kita tidak bersatu,” tutupnya. (jul)