Kamis, 19 September 2019


Loka POM Amankan 1.184 Kosmetik Ilegal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 144
Loka POM Amankan 1.184 Kosmetik Ilegal

KOSMETIK ILEGAL - Kepala Loka POM di Kabupaten Sanggau Agus Riyanto memperlihatkan salah satu produk kosmetik ilegal usai press release di kantornya, Rabu (21/8).

SANGGAU, SP - Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Kabupaten Sanggau mengamankan 1.184 kemasan kosmetik ilegal senilai Rp28.313.000. Produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tersebut diamankan dari 12 sarana di dua kabupaten yaitu Sanggau dan Sekadau.

Kepala Loka POM di Kabupaten Sanggau Agus Riyanto mengatakan, kosmetik ilegal tersebut diamankan dalam aksi penertiban pasar yang dilakukan pada tanggal 12 dan 19 Agustus 2019. 

“Di Kabupaten Sekadau kita laksanakan penertiban pada tanggal 12 Agustus di 8 sarana. Dan di Kabupaten Sanggau pada tanggal 19 Agustus di 9 sarana. Dari 17 sarana yang kita periksa sebagian besar toko, ada juga salon dan klinik kecantikan,” jelasnya saat press release di kantornya, Rabu (21/8).

Dalam penertiban pasar dari kosmetik ilegal itu, Loka POM Sanggau melibatkan lintas sektoral seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Disperindagkop di dua kabupaten tersebut. 

“Dari 17 sarana yang kita periksa, ditemukan 12 sarana yang tidak memenuhi ketentuan karena menjual kosmetik ilegal. Dan kosmetik ilegal ini mereka diperoleh dari sales dan kebanyakan dari online,” terang Agus.

Ia merinci, produk kosmetik ilegal yang diamankan itu sebanyak 1.184 kemasan dari 124 jenis dengan nilai keekonomian sebesar Rp28.313.000. 

“Ada lipstick, eye liner, parfum, pensil alis, pewarna kuku, serum wajah, cairan pembersih wajah, krim wajah, mascara, bedak wajah, vitamin rambut, eyeshadow serta masker wajah” beber Agus.

Terhadap pemilik sarana, ia mengatakan, hanya dilakukan pembinaan. 

“Ini (aksi penertiban) sifatnya pembinaan. Barang-barang tersebut kita minta untuk dimusnahkan secara sukarela. Sebagian besar ada yang sudah bersedia memusnahakan di tempat, ini yang kita bawa sebagian karena waktu aksi yang ada hanya karyawan, jadi tidak berani untuk memusnahkan. Nanti pemiliknya kita panggil, tetap kita minta untuk dimusnahkan. Kalau tidak mau, kita ambil langkah hukum,” tegas Agus.

Ia juga tidak menampik ada sarana yang masih menjual produk kosmetik ilegal meski sudah pernah menjadi sasaran penertiban sebelumnya. 

“Ada, tapi kuantitasnya menurun. Kemarin kita temukan sampai Rp7 jutaan, sekarang tinggal ratusan ribu. Tetap kita peringatkan,” tutur Agus.

Kepada para pelaku usaha, ia mengingatkan agar mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam memperjualbelikan produk kosmetik. 

“Kosmetik ini masuk dalam jenis sediaan farmasi. Dalam pasal 197 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dana tau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar dipidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” ucap Agus.

Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat lebih bijak dan cerdas dalam memilih kosmetik, dengan melakukan cek kemasan, cek label, cek izin edar dan cek kadaluwarsa. Ini penting dilakukan agar terhindar dari bahaya kosmetik ilegal. 

“Untuk bahan berbahaya yang sering disalahgunakan, dicampurkan pada kosmetik itu contohnya merkuri atau Hg, itu adalah untuk pemutih. Dipakai sehari, dua hari langsung kelihatan hasilnya, wajahnya putih bersih, nah itu yang harus berhati-hati. Karena efek yang cepat seperti itu memang ditunjukkan oleh bahan merkuri. Tapi jangka panjangnya nanti bisa menyebabkan risiko kesehatan berupa kanker kulit, plak-plak dan sebagainya,” pungkas Agus. (jul)

Seret ke Meja Hijau 

Wakil Ketua LSM Citra Hanura Kabupaten Sanggau Abdul Rahim mengatakan, sangat mendukung penertiban kosmetik ilegal yang dilakukan Loka POM di Kabupaten Sanggau. 

“Penertiban produk kosmetik ilegal merupakan langkah maju Loka POM di Sanggau. Pengawasan ini membuktikan kepada kita bahwa barang-barang kosmetik yang beredar belum tentu aman semua,” ujarnya, Rabu (21/8).

Rahim pun meminta masyarakat agar lebih waspada terhadap barang-barang kosmetik yang dibeli. 

“Dan para penjual dan distributor harus melihat kebutuhan kesehatan produk, bukan hanya mencari untung semata. Semoga Loka POM rutin melakukan pengawasan barang barang yang ada pasaran agar masyarakat juga terbantu. Tidak menjadi korban produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya,” katanya. 

Selain itu, Rahim juga berharap Loka POM mengambil langkah tegas kepada sasaran yang sudah beberapa kali ditemukan kosmetik ilegal. “Kalau penjualnya masih tetap bandel, jangan lagi dibina. Seret ke meja hijau agar ada efek jera bagi yang lain,” tutupnya. (jul)