Sabtu, 21 September 2019


Bupati Resmikan Rumah Sakit Perbatasan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 251
Bupati Resmikan Rumah Sakit Perbatasan

RESMIKAN. Bupati Sanggau Paolus Hadi didampingi Forkopimda Kabupaten Sanggau saat meresmikan Rumah Sakit Temenggung Gergaji yang terletak di Balai Karangan, Jalan Lintas Sekayam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis (5/9). Ist

SANGGAU, SP - Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) meresmikan Rumah Sakit Temenggung Gergaji, Kamis (5/9). Rumah sakit tipe D yang terletak di Balai Karangan, Jalan Lintas Sekayam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau ini menjadi rumah sakit pertama di wilayah perbatasan. 

Hadir dalam acara peresmian itu, Wakil Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Bambang, Kajari Sanggau Tengku Firdaus, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Gede Setiawan, sejumlah kepala OPD dan anggota DPRD Sanggau Dapil perbatasan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh adat setempat.

PH dalam sambutannya mengapresiasi penamaan Rumah Sakit dengan nama tokoh pejuang Kecamatan Sekayam. Menurutnya, Temenggung Gergaji adalah tokoh yang paling berjasa atas penjajahan yang dilakukan Brunai Darussalam. 

Dengan telah diresmikannya Rumah Sakit Temenggung Gergaji ini, berarti Kabupaten Sanggau memiliki dua rumah sakit daerah. 
“Saat ini Sanggau sudah punya dua rumah sakit daerah, yakni RSUD MTh Djaman dan Rumah Sakit Temenggung Gergaji,” kata Bupati dua periode ini.

RSUD MTh Djaman saat ini statusnya masih tipe C dan akan dinaikkan menjadi tipe B. 

“Hampir saja RSUD MTh Djaman turun kelas menjadi kelas D. Gara-garanya apa? Karena kita belum memiliki dokter spesialis anestesi. Puji Tuhan kita bisa bekerjasama dengan Rumah Sakit Landak sehingga kita masih bisa bertahan. Ke depan kita juga akan tingkatkan Rumah Sakit Temenggung Gergaji ini,” tutur PH.

Selain dua rumah sakit ini, Pemkab Sanggau juga berkeinginan membangun rumah sakit daerah di Kecamatan Tayan Hilir. 

“Pokoknya daerah yang mau pisah ranjang itu kita siapkan ada rumah sakit daerahnya. Dan ini sudah kita usulkan,” ucap PH.

Bupati berkeinginan, angka harapan hidup di kabupaten yang dipimpinnya bisa mencapai 72 tahun. 

“Mimpi saya dengan Pak Ontot, orang Sanggau ini punya harapan hidup 72 tahun lebih, dulu hanya 68 tahun. Karena sudah kami urus naik menjadi 71 tahun,” tandas PH. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Bambang mengaku bangga atas berdirinya rumah sakit di wilayah perbatasan ini. Tetapi dibalik kebanggaan itu, Bambang menyebut ada rasa was-was.

“Was-wasnya itu, semakin megahnya rumah sakit, tentu harapan masyarakat terhadap rumah sakit ini semakin tinggi. Ini tantangan dari rumah sakit ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, Legislator Partai Golkar ini berharap ke depan fasilitas yang ada di rumah sakit ini ditambah, termasuk SDM dan pelayanannya yang harus lebih baik. 

“Kepada kepala rumah sakit dr. Fani beserta seluruh jajaran, jangan takut dikoreksi, teruslah berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Semoga dengan kehadiran rumah sakit ini tingkat kesehatan warga perbatasan semakin baik,” pungkas Bambang. (jul)

Telan Anggaran Rp45 Miliar

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagian mengatakan, anggaran yang digelontorkan untuk Rumah Sakit Temenggung Gergaji hingga bisa operasional mencapai Rp45 miliar.

“Biaya yang digunakan untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini kurang lebih Rp26 miliar. Untuk pengadaan dan perlengkapan termasuk ambulance dan genset non stop sebesar Rp18 miliar. Total biaya pembangunan rumah sakit ini kurang lebih Rp45 miliar,” ungkapnya.

Jones menyebut, pembangunan rumah sakit ini sebagai bukti nyata terwujudnya salah satu visi dan misi Bupati, yaitu Sanggau sehat. Namun perlu dipahami bahwa Sanggau sehat bukan berarti tidak ada lagi orang Sanggau yang sakit, sehingga Puskesmas, Puskesdes, Pustu termasuk Rumah Sakit menjadi tutup.

“Maksud sehat di sini adalah masyarakat mendapatkan kondisi yang terhindar dari gangguan produktivitas. Indikator Sanggau sehat ini adalah meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Sanggau. Pada tahun 2013 usia harapan hidup masyarakat Sanggau ini hanya 68 tahun. Dan diakhir 2019 ini diharapkan meningkat menjadi 72 tahun,” demikian Jones. (jul)