Sabtu, 21 September 2019


46 RTLH Bakal Diperbaiki Tahun Ini

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 59
46 RTLH Bakal Diperbaiki Tahun Ini

RAKOR - Bupati Sanggau Paolus Hadi saat memimpin Rakor Pelaksanaan RTLH di Aula Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Rabu (11/9).

SANGGAU, SP - Pemerintah Kabupaten Sanggau kembali melanjutkan program bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat tidak mampu. Tahun ini, sebanyak 46 RTLH bakal diperbaiki dengan anggaran Rp9 juta untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3A dan KB) Kabupaten Sanggau Aloysius Yanto mengatakan, program RTLH ini bersumber dari APBD Kabupaten Sanggau yang dimulai sejak tahun 2017. 

“Tahun 2017 dan 2018 sudah ada 56 RTLH yang diperbaiki. Dan tahun 2019 ini sebanyak 46 RTLH,” katanya saat Rakor Pelaksanaan RTLH ‘nilai dompu’ tahun 2019 di Aula Lantai I Kantor Bupati Sanggau, Rabu (11/9).

Bantuan yang akan diberikan kepada 46 keluarga penerima manfaat tersebut berupa bahan bangunan senilai Rp9 juta. Rinciannya, seng gelombang 52 keping, seng polos ada 2 keping, papan 62 keping, paku seng 2 Kg, paku papan 2 Kg, kasau 24 batang, kayu reng 34 batang, paku kasau 2 Kg, paku reng 2 Kg dan cat air 2 ember.

Dalam rakor yang dipimpin langsung oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) itu, Yanto menyebut, program RTLH tahun 2019 menyasar enam kecamatan. Di Kecamatan Bonti ada 5 keluarga penerima manfaat, Jangkang ada 12 keluarga penerima manfaat, Kecamatan Kapuas ada 9 keluarga penerima manfaat, Kecamatan Parindu ada 10 keluarga penerima manfaat, Kecamatan Tayan Hulu ada 4 keluarga penerima manfaat dan Kecamatan Toba ada 6 keluarga penerima manfaat. 

Program RTLH ini, lanjut dia, bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan sehingga keluarga penerima manfaat yang mendapatkan program ini harus tercantum di dalam basis data terpadu Kementerian Sosial RI. 

“Itu yang pertama. Setelah itu baru dilanjutkan dengan kriteria-kriteria lain sehingga tepat sasaran,” jelas Yanto.

Hadir dalam rakor tersebut, Dandim 1204/Sgu Letkol Inf Gede Setiawan, Kabag Sumda Polres Sanggau AKP Suparwoto, Kepala Dinas Perumahan, Cipta Karya Tata Ruang, dan Pertanahan Kabupaten Sanggau Rudi Sanen, Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Kabupaten Sanggau Aloysius Yanto dan OPD terkait lainnya.

Hadir pula camat dan kepala desa yang menjadi sasaran RTLH, Ketua GOW Kabupaten Sanggau Kusbariah Ontot, perwakilan TP PKK, perwakilan DWP serta sejumlah perwakilan perbankan dan juga tokoh masyarakat. (jul)

Pengalaman di Kulon Progo

Sementara itu, Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Kabupaten Kulon Progo di Yogyakarta. 

“Di Kulon Progo itu mereka menciptakan konsep bagaimana bantuan pemerintah berupa barang untuk bedah rumah tidak hanya ngasi barang. Tapi bupati, Forkompimda di sana bersama masyarakat gotong royong. Biarlah saya ngangkut pasir misalnya, atau pak Dandim ngangkut kayu misalnya. Di sana itu semuanya bekerja, itu yang mau kita ikuti, saya rasa kita bisa,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Bupati dua periode ini, peran perbankan dan CSR perusahaan juga sangat diperlukan dalam mendukung program ini. 

“Di Kulon Progo mereka punya pengelola CSR yang di-SK-kan Bupati. Itu perlu kita pelajari sehingga CSR bisa masuk untuk hal-hal yang seperti ini. Dan nanti Dinsos P3A dan KB coba dipelajari seperti apa. Mungkin nanti komunikasikan dengan Sekda atau asisten supaya di Sanggau bisa kita buat pengelola CSR,” harapnya.

Konsep ini, sambung PH, tidak boleh menggunakan surat perintah perjalanan dinas (SPPD). 

“Kalau ada lebih baik jangan. Bagus uang SPPD itu sumbangkan jak langsung. Jadi kita dari OPD gunakan waktu secara bergiliran. Kalau pakai SPPD saya tidak mau meneruskan konsep ini, karena maunya saya biaya murah bukan mahal. Dan itu di Kulon Progo berjalan dengan baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini juga menekankan agar pelaksanaan program ini dilakukan secara gotong royong. 

“Saya minta kita semua bergotong royong, bekerja dengan hati. Itulah makanya kita angkat nilai dompu, karena itulah rohnya gotong royong,” pungkas PH. (jul)