Sabtu, 19 Oktober 2019


Sekolah di Sanggau Diliburkan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 161
Sekolah di Sanggau Diliburkan

LIBUR. Akibat dampak kabut asap, Pemerintah Kabupaten Sanggau meliburkan satuan jenjang pendidikan PAUD, SD dan SMP selama dua hari dimulai 13 hingga 14 September 2019.

SANGGAU, SP - Pemerintah Kabupaten Sanggau meliburkan satuan jenjang pendidikan PAUD, SD dan SMP selama dua hari. Melalui surat edaran nomor 420/3057/Dikbud.B yang ditandatangani Bupati Sanggau Paolus Hadi itu, libur sekolah dimulai 13 hingga 14 September 2019.

“Karena perkembangan kondisi kualitas udara di sebagian besar wilayah Sanggau secara visual menunjukkan kabut asap, maka besok (hari ini, red) PAUD, SD dan SMP diliburkan sampai tanggal 14 September 2019,” kata Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) kepada wartawan usai menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama bidang hukum perdata dan tata usaha negara natara perangkat daerah Kabupaten Sanggau dengan Kejari Sanggau di Aula Lantai II kantor Bupati Sanggau, Kamis (12/9).

Namun begitu, Bupati dua periode ini meminta kepada para orang tua siswa agar tetap membimbing anak-anaknya untuk belajar mandiri dan mengurangi aktivitas di luar rumah. 

“Hindari keluar rumah kalau tidak urusan mendesak. Dan saya pesan kepada para orang tua agar anaknya tetap dibimbing, belajar mandiri di rumah,” ucap PH.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini menambahkan, libur dapat diperpanjang apabila kondisi kabut asap tidak membaik. “Kalau kabut asap tidak juga membaik atau semakin tidak sehat, maka libur akan diperpanjang kembali dengan surat edaran,” timpal PH.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau Sudarsono mengatakan, surat edaran tentang libur sekolah sudah disampaikan ke seluruh satuan jenjang pendidikan, baik PAUD, SD dan SMP.

“Sudah kita sampaikan, termasuk melalui pesan whatsapp. Dan kita juga sudah minta kepada para kepala sekolah untuk menyampaikan agar para orang tua membimbing anaknya masing-masing di rumah,” katanya.

Sudarsono juga berpesan kepada para orang tua agar menjaga anaknya, mengurangi aktivitas di luar rumah. 
“Manfaatkan libur dua hari ini untuk tetap belajar. Kurangi aktivitas di luar rumahm,” harapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan setempat juga mengintruksikan seluruh Puskemas agar melakukan langkah-langkah terkait dampak kabut asap. 

“Seluruh Puskesmas saya minta agar menyiapkan obat-obatan dan perbekalan kesehatan terkait dampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagian.

Selain itu, ia juga meminta agar Puskesmas melakukan sosialisasi guna menghindari dampak kabut asap terhadap kesehatan. 

“Jangan atau hindari keluar rumah jika tidak ada keperluaan yang mendesak, jika harus keluar rumah gunakan masker, konsumsi air putih yang sudah dimasak, cuci tangan pakai sabun, segeralah puskesmas atau Fasyankes terdekat jika ada keluhan terkait gangguan pada saluran pernafasan,” kata Jones.

Disinggung jumlah kasus ISPA di Kabupaten Sanggau? Ia membeberkan, dari Januari hingga September 2019 mencapai 9.165 kasus. 

“Jika dibanding tahun lalu, data hingga September 2019 untuk kasus ISPA trennya menurun. Tahun 2018 itu kasus ISPA mencapai 13.220,” pungkas Jones. (jul)

SMA Sederajat Juga Libur

Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kabut asap mulai berdampak pada aktivitas belajar mengajar di Kalimantan Barat. Menindaklanjuti kondisi tersebut.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji telah mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan para siswa SMA/SMK/SLB karena kondisi udara sudah tidak sehat akibat pencemaran kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam surat edaran tersebut, siswa SMA/SMK/SLB di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar yang terkena dampak dari kabut asap diliburkan mulai 12 sampai 14 September 2019 dan masuk kembali pada 16 September 2019.

"Besok sekolah diliburkan, karena asap semakin pekat," kata Gubernur Kalbar Sutarmidji, Rabu (11/9).

Dalam surat edaran itu disebutkan kondisi udara yang kurang sehat akibat pencamaran kabut asap dengan kondisi tidak sehat dan diprediksi dalam waktu tiga hari ke depan belum menunjukkan kondisi udara yang belum baik. 

Dalam surat tersebut juga dikatakan, bagi SMA/SMK/SLB di kabupaten/kota yang kondisi udaranya dianggap baik agar tetap melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar seperti biasa. (ant/ind)