Sabtu, 19 Oktober 2019


Pelajar Sanggau Ikut KSM Tingkat Nasional

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 66
Pelajar Sanggau Ikut KSM Tingkat Nasional

WAKILI KALBAR - Makal Ikrama Wardana Putra Umasugi pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan (MINT) 1 Sanggau berfoto bersama para guru. Ist

Pelajar asal Kabupaten Sanggau ikut mewakili Kalbar dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional. KSM adalah sebuah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI.

Adalah Makal Ikrama Wardana Putra Umasugi, pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teladan (MINT) 1 Sanggau yang bakal mengikuti KSM tingkat nasional pada 16-20 September 2019 di Manado, Sulawesi Utara. Dia sebelumnya berhasil beraih juara I dalam ajang KSM tingkat Provinsi Kalbar 2019.

Makal Ikrama akan bergabung dengan tim Kalbar bersama 17 pelajar lainnya dari tingkatan MIN, MTS dan MAN. 

“InsyaAllah siang ini (kemarin, red) kami berangkat ke Manado bersama rombongan Kalbar. Mohon doanya supaya kita berhasil di tingkat nasional,” kata Guru Pembimbing Makal Ikrama, Saidi Raden Mahmud, Minggu (15/9).

Ia mengatakan, sebelum melengang ke tingkat nasional, Makal Ikrama terlebih dahulu mengikuti kompetisi tingkat sekolah, sehingga terpilihlah dua orang untuk tingkat kabupaten dan berhasil sebagai juara 1 dan 2. Kemudian mereka berdua mewakili MIN untuk tingkat provinsi.

“Yang ikut Kompetensi Sains Madsarah 2019 tingkat Provinsi Kalbar pada tanggal 14 -15 Agustus 2019, utusan dari Kabupaten Sanggau untuk bidang IPA terintegrasi ada 3 orang dan 2 nya dari MINT Sanggau, yaitu Makal Ikrama Wardana Putra Umasugi dan Adedia Syah Luhur Dicanang. Waktu itu yang ikut tingkat provinsi dari MINT 1 Sanggau dua orang, karena yang diambil hanya juara satu, jadi yang ke tingkat nasional hanya Makal Ikrama,” terang Saidi.

Ia menyebut, dalam kegiatan KSM ini mulai dari teknis pelatihan dilakukan secara maksimal kurang lebih selama tiga bulan. Persiapan itu memanfaatkan waktu sore hari termasuk hari libur Jumat dan Sabtu.

“Proses bimbingan dilakukan kurang lebih dua jam dengan cara latihan. Itupun saya lakukan dengan materi IPA SMP dan SMA, mengintegrasikan dengan pelajaran agama. Dalam melatih, biasanya saya selalu berkoordinasi dengan kedua orang tua, dan Alhamdulillah mereka sangat mendukung,” ucap Saidi.

Menurutnya, ada yang menarik dalam kegiatan KSM metode tes dengan mengunakan sistem komputer atau CBT secara online, dan itu dilakukan serentak seluruh Indonesia. 

“Hasilnya sudah dapat dilihat langsung dari siswa yang ikut lomba. Ini seseuai dengan semboyan madrasah hebat bermartabat dan salah satu tujuanya adalah untuk mnghindari kecurangan,” pungkas Saidi. (jul)