Minggu, 20 Oktober 2019


Penderita ISPA Akibat kabut Asap Meningkat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 82
Penderita ISPA Akibat kabut Asap Meningkat

DIRAWAT. Seorang anak penderita ISPA saat menjalani perawatan di salah satu Puskesmas di Sanggau. Ist

SANGGAU, SP - Kabut asap berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Di Kabupaten Sanggau tercatat 564 kasus sepanjang September 2019 ini. Sementara di Sekadau, pasien ISPA meningkat hingga tiga kali lipat dari bulan sebelumnya.  

"Per 14 September 2019, tercatat 564 kasus ISPA yang terjadi di Kabupaten Sanggau. Salah satu penyebab ISPA juga dipengaruhi kondisi udara yang tidak sehat. Contohnya kabut asap ini. Tapi pasien ISPA ini selalu ada," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau dr Jones Siagin, Rabu (18/9).

Untuk menangani kasus tersebut, Dinas Kesehatan telah menyiagakan seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Sanggau. 

"Kami telah menyiapkan pelayanan khususnya, dalam bentuk UGD 24 jam di seluruh Puskesmas yang berjumlah 19 Puskesmas di Sanggau. Terutama penanganan dampak karhutla terhadap saluran pernafasan," ujar Jones. 

Seluruh Puskesmas, lanjut dia, juga sudah diminta untuk menyiapkan obat-obatan dan perbekalan kesehatan terkait dampak musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, Jones juga meminta agar Puskesmas melakukan sosialisasi guna menghindari dampak kabut asap terhadap kesehatan. 

“Jangan atau hindari keluar rumah jika tidak ada keperluaan yang mendesak, jika harus keluar rumah gunakan masker, konsumsi air putih yang sudah dimasak, cuci tangan pakai sabun, segeralah ke Puskesmas atau Fasyankes terdekat jika ada keluhan terkait gangguan pada saluran pernafasan,” katanya. 

Disinggung jumlah kasus ISPA di Kabupaten Sanggau sepanjang 2019? Ia membeberkan, dari Januari hingga 11 September 2019 mencapai 9.165 kasus. 

“Jika dibanding tahun lalu, data hingga September 2019 untuk kasus ISPA trennya menurun. Tahun 2018 itu kasus ISPA mencapai 13.220,” pungkas Jones.

Sementara di Kabupaten Sekadau, pasien ISPA di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau juga meningkat pada bulan ini jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data, hingga 18 September 2019, tercatat sudah 41 pasien yang dirawat. Mereka sebagian besar adalah anak-anak.

Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik, Slamet, SKM mengatakan, jika dibandingkan dengan bulan Agustus lalu yang hanya 16 penderita, maka bisa dikatakan sampai pada petengahan September ini mengalami kenaikan tiga kali lipat.

“Sampai dengan hari ini sudah tercatat 41 pasien ISPA di rumah sakit kita, ini menandakan ada kenaikan hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan bulan lalu,” ujarnya, Rabu (18/9).

Slamet menambahkan, para pasien ISPA terutama anak-anak, kebanyakan mengalami batuk dan sakit tenggorokan. Ini diakibatkan kabut asap pekat yang terjadi di Sekadau dalam beberapa bulan ini.

Slamet mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama kepada anak-anak untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan apabila bepergian menggunakan kendaraan untuk selalu menggunakan masker.

“Kepada masyarakat terutama anak-anak yang rentan terkena ISPA diharapkan jika keluar rumah hendaklah menggunanakan masker," tegasnya.

Sementara itu, Natalia Eni, salah satu orang tua pasien mengatakan, meski anaknya baru tiga hari ini dirawat di rumah sakit, namun anaknya sudah mengidap sakit batuk akibat asap lebih dari sebulan yang lalu. 

"Anak saya masih dilakukan perawatan oleh dokter dan sudah bisa pulang jika kondisinya sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Eni juga berpesan, terutama kepada ibu-ibu agar selalu waspada terhadap bahaya asap yang sewaktu-waktu bisa menyerang anak kita sehingga menyebabkan terkena ISPA. 

“Untuk ibu-ibu agar selalu mewaspadai bahaya asap yang sewaktu-waktu bisa menyerang anak kita,” tutupnya. (jul/akh) 

Buka Posko Bencana Asap 

Guna mengantisipasi korban bencana kabut asap dan penanganan ISPA, Bupati Sekadau, Rupinus melaunching Posko Tanggap Bencana Asap yang dibuka Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana Sekadau, Rabu (18/9) di Pos BPBD, Jalan Merdeka Timur atau depan simpang Tugu PKK Sekadau.

"Di pos ini kami siapkan peralatan kesehatan untuk penanganan ISPA akibat asap," kata Rupinus.

Dia meminta semua OPD terkait agar tanggap terhadap bencana kabut asap yang melanda Kalbar dan Sekadau saat ini.

"Sesuai instruksi Pak Gubernur, agar kita tegas terhadap perusahaan perkebunan sawit yang melakukan penbakaran lahan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan bakar lahan saat ini termasuk bakar sampah," tegas Rupinus.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sekadau, Henry Alpius mengatakan, posko tanggap bencana asap ini dilengkapi peralatan pengukur oksigen dalam darah oxymeter dan oksigen sebagai sarana pertolongan pertama
“Posko tanggap bencana asap ini dibuka 24 jam dan sebagai tempat pertolongan pertama. Langkah selanjutnya akan kami rujuk ke RSUD Sekadau. Di IGD juga 24 jam," tegasnya. 

Hendry mengatakan, pihaknya juga sudah meminta kepada seluruh Puskesmas agar tanggap melayani masyarakat. (akh)