Senin, 14 Oktober 2019


Korporasi Terlibat Karhutla Akan Disanksi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 61
Korporasi Terlibat Karhutla Akan Disanksi

SANGGAU, SP - Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) menegaskan korporasi yang terlibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan diberikan sanksi sesuai Pergub Kalbar Nomor 39 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalbar.

Penegasan itu disampaikan bupati dua periode ini saat menjawab Pandangan Umum (PU) DPRD Sanggau atas Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 di Lantai III Gedung DPRD Sanggau, Senin (23/9).

Ada tiga fraksi di DPRD Sanggau yang mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beserta dampaknya. Tiga fraksi itu yakni PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Golkar.

“Perlu saya sampaikan kepada anggota DPRD yang terhormat, ada beberapa lahan yang terbakar di areal korporasi sudah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup, oleh Gubernur dan saya baru kemarin menyegel kebun korporasi di wilayah kita,” ungkap PH.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini mengatakan, pemerintah daerah melalui SKPD teknis, yakni BPBD dan bekerjasama dengan TNI/Polri sudah memaksimalkan posko pemadam dan telah berupaya maksimal melakukan pemadaman titik hotspot yang ada di Kabupaten Sanggau sebagaimana SK Bupati untuk penanganan karhutla di Sanggau.

“Untuk kebakaran yang sengaja dilakukan perorangan, Pemda bekerjasama dengan TNI/Polri dan Manggala Agni melakukan pemadaman sebagai upaya pencegahan,” kata PH.

Dalam paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Usman itu, Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas bencana kabut asap yang melanda Kabupaten Sanggau sehingga terpaksa meliburkan siswa tingkat PAUD, SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau.

“Puji Tuhan dalam dua hari ini Kabupaten Sanggau sudah diguyur hujan,” ujar PH. (jul)

 Perusahaan Jadi Tersangka

Dua korporasi di Kabupaten Sanggau yaitu PT Sepanjang Inti Surya Usaha (SISU) dan PT Surya Agro Palma (SAP) diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh kepolisian. Saat ini proses penyidikan masih dilakukan untuk menetapkan siapa yang paling bertangungjawab terkait kasus tersebut.

Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi mengatakan, penanganan kasus ini akan dilakukan secara professional.

Imam menjelaskan, untuk PT SAP lahan konsesinya yang terbakar dua hektar lebih. Kebakaran tersebut terjadi di saat perusahaan tersebut sedang melakukan land clearing atau pembersihan lahan. Sedangkan untuk PT SISU, lahan konsesi yang terbakar kurang lebih 30 hektar.

Kapolres menegaskan, penindakan terhadap korporasi yang membakar lahan tidak berhenti sampai di sini. Selain PT SISU dan PT SAP, masih ada beberapa korporasi lainnya yang akan ditindaklanjuti.

“Kita juga sepakat kemarin dengan Pak Bupati, dan kita juga sudah berbicara di depan aliansi adat masyarakat nusantara. Kita sepakat petani yang betul petani kita lindungi, kita bisa melihat berapa sih kemampuan petani kita buka lahan. Tetapi jangan sempat ada kemudian di desa-desa itu memanfaatkan petani. Ini juga akan saya tindak. Saya kasih contoh, jangan sempat nanti, bakar lahan yang ditanam sawit. Ini pasti saya tindak,” tegas Imam. (jul)