Senin, 14 Oktober 2019


23 Pelaku Pencurian Diringkus

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 80
23 Pelaku Pencurian Diringkus

PRESS RELEASE - Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi didampingi Wakapolres Damianus Dedi Susanto, Kasat Reskrim AKP Haryanto dan Kapolsek jajaran saat press release pengungkapan kasus selama Operasi Panah Kapuas 2019 di Tribun Promoter Polres Sanggau, Selasa

SANGGAU, SP - Polres Sanggau dan Polsek jajarannya berhasil meringkus 23 pelaku pencurian selama Operasi Panah Kapuas 2019 yang digelar pada 7-24 September 2019. Para tersangka yang diamankan itu merupakan pelaku kejahatan dari 22 kasus pencurian yang diungkap.

Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi mengatakan, selama Operasi Panah Kapuas 2019 pihaknya menargetkan pengungkapan pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat).

“Ada 22 tindak pidana yang kita ungkap dengan jumlah tersangka sebanyak 23 orang. Dan salah satunya juga ada residivisi atas nama Reno, dimana yang bersangkutan sudah melakukan tindak pidana berulang-ulang,” kata Imam saat press release didampingi Wakapolres Damianus Dedi Susanto, Kasat Reskrim AKP Haryanto dan Kapolsek jajaran di Tribun Promoter Polres Sanggau, Selasa (24/9).

Untuk tersangka Reno, ditegaskan Kapolres, terpaksa dilakukan tembakan peringatan yang terukur dan terarah, karena yang bersangkutan melarikan diri saat hendak dilakukan penangkapan.

“Ada lima tindak pidana yang diungkap (terkait Reno), sehingga pada saat pengembangan  pengungkapan yang lain, yang bersangkutan melarikan diri dan kita lakukan tembakan peringatan yang melumpuhkan, terukur dan terarah. Pada saat itu, pelaku lari ke hutan. Dan pagi baru ditemukan (dalam keadaan meninggal dunia) karena diduga kehabisan darah,” terang Imam.

Dari 22 kasus pencurian tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti diantaranya, laptop, mesin gerinda, handphone, mesin cuci merek sharp, baju dan celana hasil penjualan barang hasil kejahatan berupa emas, cincin baccan, dan baju hasil penjualan barang hasil kejahatan berupa uang.

Kepada masyarakat yang menjadi korban pencurian, Kapolres mempersilahkan untuk datang ke Polres Sanggau. “Silahkan masyarakat Sanggau yang mengalami korban pencurian bisa hadir di Polres Sanggau untuk memastikan apakah barang-barang hasil curian yang kita amankan tersebut betul barang-barang milik masyarakat yang menjadi korban,” ujar Imam.

Selain itu, Polres Sanggau dan jajaran juga tetap konsisten dan komitmen untuk pengungkap kasus kejahatan di wilayah perbatasan. Hasilnya, ada tiga kasus yang berhasil diungkap yaitu penyelundupan barang-barang kosmetik asal Malaysia, gula ilegal dan kasus gaharu buaya.

“Barang-barang kosmetik asal Malaysia ini masuk ke Indonesia secara ilegal. Barang-barang ini masuk melalui jalur tikus,” ungkap Kapolres.

Untuk gaharu buaya, lanjut dia, hendak dibawa ke Pontianak melalui jalur linyas batas. “Barang bukti yang kita amankan 3 truk kayu gaharu buaya dan pemiliknya berinisial LR. Asal barang ini dari daerah Ketungau, Serawai dan sekitarnya (Kabupaten Sintang),” beber Imam.

“Termasuk untuk gula, pemiliknya Iw, ada 11 karung kemasan 50 kg merek asal Thailand. Dalam kasus ini kita juga mengamankan produk makanan lainnya seperti sosis sebanyak 5 kotak. Kasus-kasus ini masih kita dalami, seperti kasus gaharu kita juga akan meminta keterangan ahli,” pungkas Kapolres. (jul)

Patut Diapresiasi

Tokoh Pemuda Sanggau, Abang Indra mengatakan pengungkapan 22 kasus pencurian yang dilakukan Polres Sanggau dan Polsek jajaran selama Operasi Panah Kapuas 2019 patut diapresiasi.

“Kerja Polres Sanggau dan Polsek jajaran selama Operasi Panah Kapus ini patut kita apresiasi. Dan kita berharap polisi terus menjadi pelindung masyarakat, kasus-kasus curat maupun curas dapat terus diungkap untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (24/9).

Kepada masyakat, Abang Indra berpesan agar selalu waspada dan selalu melakukan langkah antisipasi khususnya ketika tidak berada di rumah. “Misalkan saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, pastikan pintu dan jendela dalam keadaan terkunci. Dan juga bisa minta bantuan tentangga untuk melihat sesekali rumah saat kita meninggalkan rumah dalam waktu yang lumayan lama,” katanya.

Yang paling penting juga, lanjut Abang Indra, hidupkan kembali pos kamling. “Dengan adanya pos kamling, tentu pemukiman warga akan lebih aman dari kasus-kasus kejahatan. Jadi, ini penting juga untuk dilakukan,” tutupnya. (jul)