Rabu, 11 Desember 2019


Penanggulangan Kemiskinan Jadi Prioritas

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 74
Penanggulangan Kemiskinan Jadi Prioritas

RAKOR - Pj Sekda Sanggau Kukuh Triyatmaka saat memimpin Rakor TKPKD Kabupaten Sanggau Tahun 2019 di Aula Lantai II Bappeda Sanggau, Kamis (14/11).

SANGGAU, SP - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sanggau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sanggau di Aula Lantai II Bappeda Sanggau, Kamis (14/11). Rakor tersebut dibuka Pj Sekda Sanggau Kukuh Triyatmaka.

Dalam sambutannya, Kukuh mengatakan, rakor ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah mempercepat pengentasan kemiskinan. 

“Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan merumuskan solusi yang terbaik dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sanggau,” ujarnya.

Kukuh menyebut, penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas dalam RPJDM Pemkab Sanggau tahun 2019-2024. Namun begitu, ia tetap berharap, muncul ide baru dan masukan dari TKPKD dalam pertemuan ini. 

“Kelemahan di kita adalah data,” ucapnya.

Kukuh menerangkan, RPJMD 2024 tersebut menjadi acuan dalam meraih target atas capaian dalam lima tahun ke depan. 

“Tentu setelah ada target, dijabarkan, kemudian kita kumpulkan OPD untuk merumuskan beberapa program yang pada akhirnya akan mengurangi kemiskinan di Kabupaten Sanggau,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Sanggau, Henny Lorida mengatakan, rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian prioritas penanggulangan kemiskinan RPJMD Kabupaten Sanggau Tahun 2014-2019.

Kemudian, untuk mengevaluasi capaian indikator-indikator kemiskinan di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, ketahanan pangan dan infratruktur dasar, serta melakukan koordinasi, sinkronisasi, harmonisasi dan terintegrasi berbagai program kegiatan penanggulangan kemiskinan dari perangkat daerah.

 “Tentu juga berkaitan dengan program penanggulangan kemiskinan dalam capaian target RPJMD. Terwujudnya penguatan kelembagaan TKPKD melalui optimalisasi peran fungsi keanggotaan TKPKD yang terdiri atas sekretariat dan tim teknis,” ujarnya.

Henny menambahkan, dengan dilaksanakan evaluasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan tahun 2019 dan tahun sebelumnya menjadi acuan TKPKD untuk mengambil langkah-langkah konkrit sesuai bidang dan tugasnya.

“Ini untuk optimalisasi pelaksanaan penanggulangan kemiskinan, dengan berupaya mempertahankan capaian indikator kemiskinan yang telah baik dan memperbaiki capaian indikator kemiskinan yang masih belum baik,” pungkasnya. (jul)

Empat Hasil yang Diharapkan

Plt Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda Kabupaten Sanggau, Henny Lorida mengatakan, hasil diharapkan dari Rakor TKPKD Kabupaten Sanggau ini setidaknya ada empat poin.

Pertama, sinergisitas program dan kegiatan percepatan penanggulangan kemiskinan yang terdiri dari kelompok program sosial terpadu berbasis keluarga yang bertujuan untuk melakukan pemenuhan dasar pengurangan beban hidup dan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin.

Kedua, kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang  bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas kelompok masyarakat miskin untuk terlibat dalam pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil bertujuan untuk memberikan akses dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Dan keempat, program penanggulangan kemiskinan dalam capaian target RPJMD, terwujudnya penguatan kelembagaan TKPKD melalui optimalisasi peran fungsi keanggotaan TKPKD yang terdiri atas sekretariat dan tim teknis.

Hasil yang diharapkan melalui rakor ini, kata Henny, terwujud sinergisitas program dan kegiatan percepatan penanggulangan kemiskinan. Terdiri dari kelompok program sosial terpadu berbasis keluarga, kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, kelompok program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil. (jul)