Rabu, 11 Desember 2019


30 Kepsek di Sanggau Ikut Diklat Penguatan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 59
30 Kepsek di Sanggau Ikut Diklat Penguatan

FOTO BERSAMA - Wabup Sanggau Yohanes Ontot foto didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau Yohanes Ontot foto bersama narasumber diklat penguatan kepsek tahun 2019 di Aula Hotel Meldy, Sanggau, Senin (18/11). suara pemred/julianus ratno

SANGGAU, SP - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan bagi Kepala Sekolah (Kepsek) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Meldy, Sanggau, Senin (18/11).

Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot saat membuka kegiatan mengatakan kepala sekolah diharapkan mampu melaksanakan peran dan fungsi strategisnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah dan melakukan inovasi-inovasi bidang pendidikan.

 “Diklat ini penting dalam rangka memberikan pembekalan kepada kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai manajer sekolah. Benar secara administrasi baik dalam implementasi, sehingga mencipatakan sekolah yang unggul dan standar nasional pendidikan dapat diwujudkan,” ujarnya.

Ontot mengatakan, Pemkab Sanggau bertanggung jawab menyiapkan kepala sekolah yang kompeten dan mampu berpikir visioner dalam memimpin dan mengelola sekolahnya.

“Karena itu, saya minta agar para kepala sekolah mengikuti pendidikan dan pelatihan penguatan ini benar-benar memanfaatkan momen ini untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya nanti,” ucap Ontot.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau, Sudarsono mengatakan, dalam Diklat ini pihaknya menghadirkan narasumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Barat dan LPPKS Solo.

“Diklat Penguatan kepala sekolah akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 24 November 2019. Diikuti 30 orang peserta, terdiri dari Kepala SD 15 orang dan kepala SMP 15 orang,” ungkapnya.

Pelaksanaan Diklat ini sebagai respon atas diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penguasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

“Tujuan umum Diklat ini untuk memperdalam kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola satuan pendidikan serta memiliki performa sebagai kepala sekolah bagi seluruh siswa,” ujar Sudarsono.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti Diklat ini dengan sebaik-baiknya. “Hasil yang diharapkan tentunya meningkatnya kompetensi kepala sekolah sesuai tuntutan beban kerja kepala sekolah,” pungkas Sudarsono. (jul/jee)