Senin, 20 Januari 2020


DPM-PTSP Sanggau Rancang RUPM Perkuat Sektor Investasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 57
DPM-PTSP Sanggau Rancang RUPM Perkuat Sektor Investasi

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sanggau Alipius.

SANGGAU, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau terus bergerak memperkuat sektor investasi di wilayahnya, salah satunya melalui Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM). Dokumen perencanaan investasi jangka panjang itu nantinya akan memberikan pelayanan dan kemudahaan kepada investor, baik untuk PMA maupun PMDN.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Sanggau Alipius mengatakan, RUPM tersebut sudah disampaikan ke bagian hukum Setda untuk diundangkan menjadi peraturan bupati. 

“Ini masih proses awal, makanya kita sampaikan ke bagian hukum untuk dikoreksi,” jelasnya, Minggu (8/12).

Ia menargetkan, tahun 2020 mendatang sosialiasi terhadap potensi investasi di Kabupaten Sanggau sudah bisa dilakukan. 

“Nanti sosialisasinya kita lakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui pameran, kita siapkan bukletnya. Karena kan potensi-potensi investasi kita banyak, contohnya pariwisata, nanti kita paparkan di daerah ini ada air terjun dan lain sebagainya. Kemudian potensi kerajinan tangan yang kita miliki juga kan banyak, nanti akan kita beberkan jenisnya, atau publikasi melalui websitenya Kominfo, tapi adminnya tetap dari kita,” terang Alipius.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, DPM-PTSP akan terus “menjual” potensi investasi di di berbagai sektor. 

“Kita akan terus berupaya mengkampanyekan potensi investasi di Kabupaten Sanggau agar PAD semakin meningkat tiap tahun,” ujar Alipius. 

Ia menambahkan, pada tahun 2018 dan 2019 sekitar dua ribu izin sudah dikeluarkan pihaknya. “Tapi itu izin-izin yang sudah melalui OSS dan manual, seperti izin-izin kesehatan itukan masih manual seperti izin praktik bidan, dokter itukan manual. Tapi nanti lengkapnya berapa izin yang sudah kita keluarkan hingga akhir tahun akan kita sampaikan kemudian, intinya sekitar dua ribuanlah,” pungkas Alipius. (jul)