Senin, 20 Januari 2020


Wujudkan Wilayah Perbatasan Bebas Korupsi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 74
Wujudkan Wilayah Perbatasan Bebas Korupsi

JALAN SEHAT - Peserta saat mengikuti Jalan Sehat HAKI yang digelar Cabjari Sanggau di Entikong, Sabtu (7/12). IST

SANGGAU, SP - Memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) tahun 2019, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Sanggau di Entikong menggelar jalan sehat, Sabtu (7/12). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh instansi yang ada di Entikong, pelajar SMP dan SMA serta masyarakat di Kecamatan Entikong dan Kecamatan Sekayam.

Para peserta star dari PLBN Entikong dan finish di Kantor Cabjari Sanggau di Entikong dengan menempuh jarak sekitar 5 kilometer.

“Tentunya acara ini diharapkan dapat menjadi momentum pengingat bagi masyarakat dan instansi pemerintah dalam melanjutkan dan meningkatkan semangat pemberantasan korupsi,” kata Kacabjari Sanggau di Entikong Akwan Annas usai mengikuti jalan sehat HAKI.

Ia berharap, melalui kegiatan ini juga, dapat memberikan penyegaran kembali bahwa upaya penindakan dan pencegahan korupsi harus menjadi usaha bersama, baik dalam lembaga pemerintah dan masyarakat luas, sebagaimana keinginan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di Hari Anti Korupsi tahun lalu.

“Jalan sehat ini sengaja diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi tahun 2019 dan dilaksanakan terbuka untuk umum. Mari kita wujudkan perbatasan yang bersih dan bebas dari korupsi, hidup sehat hidup tanpa korupsi,” ucap Akwan.

Pada kesempatan itu, Akwan juga menyinggung amanat Jaksa Agung di Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2019 dengan tema “Bersama Melawan Korupsi, Mewujudkan Indonesia Maju” yang mana dalam amanat tersebut, Jaksa Agung menginginkan seluruh warga Adhyaksa melakukan introspeksi dan melakukan evaluasi guna mendorong perbaikan kualitas kerja.

Selain itu, Jaksa Agung juga menginginkan dalam hal penanggulangan korupsi ini tidak hanya semata-mata diperlukan langkah-langkah pemberantasan yang bersifat sinergis, komplementer, terintegrasi, dan proporsional, namun orientasi penanggulangannya juga harus dapat memberikan solusi yang memberikan manfaat bagi perbaikan sistem, khususnya dalam upaya mewujudkan pemberantasan korupsi yang dapat memenuhi ekspektasi terciptanya “Indonesia Maju” yang bersih dan bebas dari korupsi. 

“Korupsi musuh bersama. Oleh karenanya agenda pemberantasan korupsi harus merepresentasikan upaya yang melibatkan partisipasi semua komponen bangsa. Terlebih aparatur kejaksaan sebagai garda terdepan yang memiliki peran penting dan vital dalam penegakan hukum, maka sudah sepatutnya kita mendorong dan menggerakkan setiap warga masyarakat dan komponen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan moral dalam memerangi korupsi di level mana pun,” tegas Akwan.

Sementara itu, salah satu peserta jalan sehat yang juga adalah tokoh pemuda perbatasan, Joko Witono menyambut kegiatan jalan sehat ini. Dikatakannya, melalui kegiatan ini, kampanye anti korupsi bisa dilakukan lebih mudah dan sederhana.

“Korupsi adalah musuh bersama, maka dari itu sudah sepatutnya semua lapisan masyarakat dan institusi wajib membudayakan budaya anti korupsi, dengan benar-benar berusaha menjalankan tugas dan kewenanganya dengan integritas yang tinggi,” ucapnya.

Joko berharap, masyarakat juga harus berusaha untuk tidak jadi bagian dari “ekosistem” terjadinya korupsi. 

“Intinya kembali ke jati diri bangsa bahwa kita tidak akan mengambil yang bukan haknya, sebagai masyarakat kami berharap Entikong sebagai beranda terdepan NKRI dapat menjadi pionir dalam perlawanan terhadap korupsi, sesuai dengan tema kegiatan jalan sehat dalam rangka Hari Anti Korupsi yakni Perbatasan Melawan Korupsi,” katanya.

Terpenting, lanjut Joko, semua pihak harus benar-benar melaksanakan semangat dan makna peringatan hari anti korupsi, bukan cuma sekedar peringatan yang kosong implementasi. 

“Tentu ini menjadi harapan kita semua,” pungkasnya. (jul)