Minggu, 19 Januari 2020


Implementasi HAM Harus Sesuai Dengan Sosial Budaya Masyarakat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 48
Implementasi HAM Harus Sesuai  Dengan Sosial Budaya Masyarakat

Tokoh pemuda Sanggau Zaenuri

SANGGAU, SP - Tokoh pemuda Sanggau Zaenuri mengatakan, peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh setiap ?tanggal 10 Desember? menjadi momentum perbaikan kualitas penghargaan dan pengakuan terhadap HAM. Pemerintah sebagai insitusi yang diberi kewenangan berdasarkan Undang-undang untuk memperbaiki kualitas HAM diharapkan bekerja maksimal dalam menjalankan amanat Undang-undang tersebut. 

Menurut dia, pelaksanaan HAM harus melihat kondisi masyarakat dan HAM tidak boleh menjadi alasan pembenar untuk melakukan tindakan amoral. Karena HAM sebagai instrumen melindungi warga masyarakat dari tindakan kekerasan dan amoral.

“Misalnya pada kasus LGB. HAM tidak boleh jadi pembenar kaum gay ini melakukan perbuatan amoral. HAM juga harus memperhatikan adat dan budaya masyarakat yang tidak ingin LGBT dibiarkan berkembang di Indonesia, antara penguasa dan masyarakat harus mempunyai pemahaman yang sama tentang HAM,” tegas Zaenuri.

Agar kasus pelanggaran HAM di Kabupaten Sanggau tidak terjadi, Zaenuri berharap pemerintah daerah bersinergi dengan stakeholder terkait untuk mensosialisasikan tentang HAM ini. 

“Masyarakat harus terlibat aktif mencegah pelanggara HAM. Tentu HAM yang disesuaikan dengan sosial budaya kita di Indonesia,” tuutpnya. (jul)