Sabtu, 18 Januari 2020


Sanggau Target Cetak 30 Ribu KIA di 2020

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 77
Sanggau Target Cetak 30 Ribu KIA di 2020

KIA – Sejumlah anak menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA). Di Sanggau, Dukcapil Sanggau menargetkan pada 2020 akan menerbitkan 30 ribu KIA.

SANGGAU, SP - Pemerintah Kabupaten Sanggau mulai mencetak Kartu Identitas Anak (KIA) sejak tahun 2019. Tahun depan, program pemerintah yang dirancang sejak tahun 2016 dan diatur melalui Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 ini akan berlanjut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sanggau, Eduardus Evald mengatakan, program ini baru dilaksanakan pada tahun 2019. 

“Di tahun 2019, KIA yang sudah kita cetak dan bagikan berjumlah 2 ribu. Mungkin masyarakat pernah mendengar Kartu Ibu dan Anak, tapi beda dengan KIA yang diterbitkan oleh Dukcapil,” ujarnya, Selasa (10/12).

Program KIA tahun 2019 di Kabupaten Sanggau, dijelaskan Evald, menyasar anak-anak di seluruh kecamatan, namun tidak semua desa, baru di 15 desa fokus. 

“Sasarannya diberikan pada desa fokus. Kami mengambil data yang sudah ada di server kami. Itu lebih mudah ketimbang kami harus ke lapangan meminta data dari masyarakat,” katanya.

Pada tahun 2020, lanjut Evald, program KIA ini kembali dilanjutkan dengan sasaran yang lebih luas dan ditargetkan sebanyak 30 ribu keeping. Jadi idak hanya menyasar desa fokus, tetapi juga sekolah dan desa lainnya. 

“Kita akan menyurati kepala sekolah dan kepala desa untuk mendata anak supaya mendapatkan KIA. Saat ini, anak usia 0 sampai 18 tahun berjumlah 158 ribu, dan yang sudah mendapatkan KIA baru 2 ribu. Ini karena kita baru mulai di tahun 2019,” ucapnya.

Evald menuturkan, KIA terbagi dalam dua kategori. Yakni untuk anak usia 0-5 tahun, dan untuk anak usia 5-17 tahun kurang 1 hari. Perbedaannya yaitu penggunaan foto bagi kelompok usia 5-17 tahun kurang 1 hari, sedangkan usia 0-5 tahun tidak menggunakan foto.

“Kalau 0 sampai 5 tahun persyaratanya kurang lebih, harus ada KK, akta kelahiran, harus ada KTP kedua orang tua. Ini yang utama. Untuk kelompok usia 5 sampai 17 tahun kurang 1 hari tinggal nambah foto 2x3 sebanyak 2 lembar,” terangnya.

Evald menambahkan, masa berlaku KIA pada kelompok usia 0-5 tahun 5 tahun, sehingga harus diganti lagi kartunya dengan menggunakan foto. 

“Dan manfaat KIA ini sangat banyak, seperti membuat paspor, klaim BPJS, sekolah, membuat rekening tabungan dan sebagainya,” pungkasnya. (jul)

Program Desa Fokus 

Sebelumnya, Disdukcapil Kabupaten Sanggau juga menggelar sosialisasi Program Desa Fokus di Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Selasa (17/9) lalu.

Kegiatan itu, dihadiri Anggota ForkopimKecamatan Kembayan, OPD Terkait, Tokoh adat, tokoh masyarakat, Ketua RT serta masyarakat desa sebuduh.

Kepala Dukcapil Sanggau Eduardus Evald mengatakan, dalam kegiatan ini, pihaknya menyediakan pelayanan perekaman dokumen kependudukan terdiri dari Akte Kelahiran, Akte Kematian, Akte Perkawinan, Kartu Keluarga dan KTP Elektronik.

Selain memberikan pelayanan perekaman yang berhubungan tugas Dukcapil,pihaknya juga  membagikan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Kegunaan kartu ini,sangat dibutuhkan nanti,salah satunya untuk mendaftar anak sekolah, membuka rekening tabungan, klaim BPJS, bikin paspor, dan banyak lagi kegunaan Kartu KIA ini,” ujar mantan Camat Jangkang ini.

Ditambahkannya untuk pembuatan Akte kelahiran,tidak dipungut biaya yang ada hanya denda jika pembuatan akte Kelahiran itu lebih dari 60 hari sejak kelahirannya.

"Agar tidak kena denda secepatnya bapa bapak membuatkan akte kelahiran anaknya jangan sampai lebih dari 60 hari atau 2 bulan," kata Evald.

Diketahui, sejak tahun 2016, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mewajibkan setiap anak Indonesia yang berusia di bawah 17 tahun untuk memiliki KIA.

KIA adalah bukti identitas resmi untuk anak di bawah 17 tahun yang berlaku selayaknya KTP untuk orang dewasa pada umumnya. Kartu ini diterbitkan oleh Dukcapil kabupaten/kota, juga sama seperti KTP.

KIA diterbitkan dalam dua versi, yaitu untuk anak usia 0-5 tahun dan anak usia 5-17 tahun. Masa berlaku kartu ini juga berbeda. Masa berlaku KIA bagi anak usia kurang dari 5 tahun akan habis ketika usia mereka menginjak 5 tahun. Sementara bagi anak usia di atas 5 tahun, maka masa berlakunya akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari.

Kemudian ketika anak Anda berulang tahun yang ke-17, KIA akan secara otomatis diubah menjadi KTP. Hal ini karena nomor yang tertera di KIA akan sama dengan yang ada di KTP.

Secara umum, KIA memiliki kegunaan yang sama dengan KTP. Menurut Permendagri Nomor 2 Tahun 2016, penerbitan KIA dapat melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, hingga untuk mencegah terjadinya perdagangan anak. Kartu ini juga dapat menjadi bukti identifikasi diri ketika sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk.

Tak hanya itu. KIA juga berguna untuk memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi. Bahkan, anak yang memiliki KIA dapat memperoleh diskon khusus di pusat perbelanjaan. (*)