Istana Kaca, Pantulan Kisah Cikal Bakal Sekadau (Bagian Pertama)

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 4286

Istana Kaca, Pantulan Kisah Cikal Bakal Sekadau (Bagian Pertama)
ISTANA KACA - Kondisi bangunan Istana Kaca yang sempat menjadi pusat pemerintahan raja-raja Sekadau, yang masih berbentuk kewedanaan. (dok. Kerabat Kerajaan Sekadau)
Kumuh dan tak terawat. Begitulah kesan pertama yang terlihat dari bangunan tua kebanggaan Kabupaten Sekadau ini. Kini keadaannya, justru bias dengan kisah sejarahnya. Dulunya, rumah ini cukup elit sebab digunakan sebagai tempat berisitirahat para kompeni.

Istana Kaca. Begitulah bangunan ini dikenal sejak dibangun pada 1927 silam. Terletak di Jalan Tamtama, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, rumah besar ini kokoh berpondasi belian dari Belitang.

Lalu, dari mana asal kata nama Istana Kaca bangunan ini disebut?. Usut punya usut, sebutan itu karena kaca dari bangunan tersebut, didatangkan khusus dari negeri kincir angin semasa penjajahan.

Menurut Raja Sekadau, Pangeran Agung Gusti Muhammad Effendi, fungsi istana kaca sebagai tempat menginap orang-orang Belanda yang datang ke Sekadau, beralih fungsi menjadi kantor kewedanaan setelah Sekadau bergabung dengan NKRI, di bawah kepemimpiman Pangeran Agung Gusti Adnan.
“Setelah itu, Kewedanaan Sekadau tergabung menjadi Kabupaten Sekadau. Saat itulah, Sekadau menjadi kecamatan dan Istana Kaca itu menjadi kantor. Saat ini istana kaca menjadi asrama bagi pegawai kecamatan yang belum memiliki tempat tinggal,” kisahnya.

Pihak Kerajaan Sekadau, saat ini tengah berupaya mengembalikan wujud asli Istana Kaca, untuk menggali potensi historisnya. Namun, masih terbentur kepemilikannya atas nama Kecamatan Sekadau Hilir.

“Saat ini kondisinya memang kurang terawat, bahkan sudah banyak yang berlubang. Kami akan berjuang agar Istana Kaca dikembalikan pada pihak Kerajaan Sekadau,” katanya.

Sesepuh hingga kaum kerabat Kerajaan Sekadau turut mendukung agar Istana Kaca dikembalikan pada pihak Kerajaan. Sebab, Istana Kaca merupakan salah satu bukti sejarah kerajaan selain Keraton Kusuma Negara yang saat ini sedang dilakukan renovasi.

Terkait hal itu, pihak kerajaan sudah membicarakannya dengan pemerintah daerah terkait status bangunan. Raja berkeinginan, Istana Kaca menjadi salah satu objek wisata. Masyarakat sekitar dapat berjualan sehingga dapat memberikan dampak ekonomi.

“Itu nanti bisa dibuat menjadi gedung serba guna, bisa juga nanti halamannya untuk berjualan tapi dengan catatan tidak boleh mendirikan tenda. Gelar tikar saja, jadi Istana Kaca ini bisa menjadi tempat santai-santai,” ungkapnya.

Namun, saat ini Raja Sekadau masih terfokus pada pembangunan Keraton. Dia berterimakasih terhadap pemerintah yang telah memberikan dukungan dan bantuan terhadap pembangunan Keraton Kusuma Negara di Desa Mungguk.

“Setelah pembangunan Keraton, kedepan kami akan meminta bantuan lagi pada pemerintah untuk pembangunan Istana Kaca. Cikal bakal masyarakat Sekadau ya, Istana kaca itu,” pungkasnya. (akhmal setiadi musran)