Rabu, 20 November 2019


Warga Kecamatan Nanga Mahap Ancam Demo ke PT PLN Ranting Sekadau

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1799
Warga Kecamatan Nanga Mahap Ancam Demo ke PT PLN Ranting Sekadau

Ilustrasi. (www.jejamo.com)

SEKADAU, SP- Akibat kesal dilanda pemadaman secara berlarut-larut, sejumlah warga di Kecamatan Nanga Mahap mengancam akan melakukan aksi demo ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Sekadau.

“Kalau kondisi seperti ini terus, tidak menutup kemungkinan kami akan menggelar unjuk rasa. Supaya, PLN tidak memandang persoalan ini sebelah mata,” kata salah seorang warga Nanga Mahap, Andi kepada Suara Pemred, Selasa (29/3).

Andi mengungkapkan, setidaknya hampir setiap malam di wilayahnya mengalami pemadaman listrik. Parahnya, kondisi ini terjadi di saat sejumlah masyarakat tengah merayakan malam Paskah.
“Kami tidak mengetahui penyebabnya,” ungkapnya.

Kondisi ini, menurutnya, jelas membuat sejumlah masyarakat kesal, terlebih pihak PLN juga tidak pernah memberikan informasi atau penjelasan kepada warga melalui media massa.
Hal senada juga dikeluhkan oleh warga Nanga Mahap lainnya, Yulinus.

Ia menuturkan, akibat pemadaman listrik yang secara berlarut-larut ini, membuat tempat usahanya mengalami kerugian.  “Sebagai pelaku usaha tentu listrik sangat diperlukan,” ujarnya.

Yulinus mengatakan, sedikitnya lima liter bensin harus dipersiapkannya, untuk memenuhi kebutuhan listrik di tempat usahanya, selama 6 jam. Sehingga, bukannya memperoleh keuntungan, dirinya justru harus mengeluarkan cost lebih.

“Kondisi ini justru memberatkan saya, karena harus membeli bensin setiap harinya. Ini sebenarnya penyakit lama. Kesal sih iya, tapi mau gimana lagi sudah lagu lama," ungkapnya.

Meski terkesan hal biasa bagi masyarakat, namun dirinya berharap pihak PLN dapat segara membenahi atau memperbaiki persoalan kelistrikan yang terjadi di Kabupaten Sekadau ini.

“Kami mengerti jaringan dan tenaga yang di miliki oleh PLN Sekadau belum maksimal. Tapi persoalan seperti ini, tidak bisa terus dibiarkan, karena selalu menghambat rutinitas masyarakat dan perekonomian di Sekadau,” tuturnya.

Sementara itu, Manager PLN Ranting Sekadau, Dwija Ardya Pradipta mengatakan, padamnya listrik di sejumlah wilayah Nanga Mahap, terjadi akibat pengaruh alam.
“Ada pohon tumbang di Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu. Saat ini masih dalam proses perbaikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dwija mengatakan, kondisi ini terjadi akibat dampak dari curah hujan yang sangat tinggi. Dia berjanji, akan secepat mungkin melakukan perbaikan, sehingga listrik bisa kembali menyala. “Secepatnya akan kembali dialirkan. Saat ini, tim kami sedang bekerja,” tuturnya.

Bentuk Kinerja Buruk

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau, Liri Muri mengatakan, kondisi byarpet listrik di sejumlah desa di Kecamatan Nanga Mahap, merupakan bentuk kinerja buruk dari PLN Ranting Sekadau.

"Ini adalah ketidakkonsistenan PLN dalam mengelola listrik yang ada di Sekadau. Seharusnya mereka sigap dan siaga jika ada terjadi pemadaman," kata politisi Hanura itu.

Selain itu, untuk meminimalisir adanya gejolak di masyarakat, pihak PLN seharusnya melakukan keterbukaan informasi. Agar masyarakat dapat memahami persoalan yang dihadapi dan tidak menganggap manajemen PLN buruk.

"Sebaiknya lakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait kendala yang dihadapi PLN," tuturnya. (akh/bob)