Selasa, 17 September 2019


Wabup Sekadau Minta BLH Transparan Sampaikan Hasil Uji Limbah PT PAM

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1515
Wabup Sekadau Minta BLH Transparan Sampaikan Hasil Uji Limbah PT PAM

Limbah perusahaan sawit, PT PAM, Desa Empajak, Kecamatan Belitang Hilir, diduga mencemari sungai. (FOTO SUARA PEMRED/ AKHMAL)

SEKADAU, SP – Wakil Bupati Sekadau, Aloysius meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat lebih transparan menyampaikan hasil uji laboratorium limbah perusahaan sawit, PT Parna Agro Mas (PAM), Desa Empajak, Kecamatan Belitang Hilir, yang diduga mencemari sungai.

“Saya sudah mendapatkan laporan. Nanti akan dikoordinasikan ke BLH untuk turun ke lapangan untuk mengecek langsung. Sangat mendukung dan juga mendorong agar hasil uji lab dipublikasikan kepada warga. Harus dibuka hasilnya,” ujarnya, Kamis (14/4).

Peninjauan lokasi tersebut, rencananya akan dilakukan hari ini, Jumat (15/4). “Kami minta perusahaan cepat untuk menanggapi hal ini,” tandasnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, Yosef Yustinus saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih bekerja memproses hal ini. “Saya sedang pimpin rapat sekarang. Sudah disurvei ke lapangan. Tetapi hasilnya belum bisa disampaikan secara terbuka karena ada beberapa tahap lagi yang harus dilakukan. Apalagi hasil laboratorium tidak jadi dalam waktu seminggu atau dua minggu,” singkatnya.

Sementara, anggota DPRD Sekadau, Damre menyesali perbuatan perusahaan. Seharusnya menurutnya, limbah itu tidak seharusnya mengalir ke sungai yang merupakan sumber air warga. “Kejadian ini tentu warning juga kepada semua perusahaan lain,” ujarnya.

Dia menyarankan pihak perusahaan lebih bekerja ekstra mencegah limbah itu. Tidak masuk ke sungai, dan diminta secepat mungkin mengatasi persoalannya lantaran menggangu aktivitas warga.

“Kami minta BLH meninjau semua perusahaan, dan di cek pengelolaan limbahnya. Apakah sudah sesuai atau tidak. Jika tidak membenahi limbahnya, maka perusahaan diberikan peringatan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dia juga meminta hasil uji lab segera dipublikasikan. “Hasil lab harus terbuka dan pihak dinas terkait mensosialisasi kepada warga luas agar diketahui secara jelas,” jelasnya.


Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Barat, Anton P Wijaya, mengatakan kasus tersebut harus menjadi pembelajaran.

Masyarakat, kata dia, harus berperan aktif dan instansi terkait tidak bisa pasif atau hanya menunggu laporan saja. “Memang kadang diperlukan uji laboratorium segala. Tapi sejatinya pelanggaran regulasi lingkungan harus ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Tidak harus pasif menunggu laporan masyarakat,” ujarnya.

Dia meminta dan mendorong penegak hukum untuk proaktif melakukan penyelidikan dan penyidikan. “Di sinilah komitmen dan keseriusan pemerintah diuji. Tentu masyarakat dan media harus mengawal karena bukan tidak mungkin akan menjadi persoalan saling memaafkan dan memanfaatkan,” pungkasnya. (akh/and)