500 Ton Pupuk milik PT Sinar Mas Tenggelam di Sungai Ayak, Sekadau

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1990

500 Ton Pupuk milik PT Sinar Mas Tenggelam di Sungai Ayak, Sekadau
Ponton bermuatan pupuk, tenggelam di jalur Sungai Kapuas di hulu penyeberangan sepeda motor, Desa Sungai Ayak I, Kecamatan Belitang Hilir. (Ist))
SEKADAU, SP – Sebuah ponton bermuatan 500 ton pupuk milik PT Sinar Mas, tenggelam di jalur Sungai Kapuas persis di hulu penyeberangan sepeda motor Sungai Ayak, Kecamatan Belitang Hilir, Selasa (26/4).

Ponton tersebut berangkat dari arah Pontianak menuju Desa Muntun, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu. Akibat kandas, hanya 20 karung pupuk yang berhasil diselamatkan dari 10.415 karung yang ada. Kapten Kapal, Arifin mengatakan, sebelum pupuk dimuat ke atas pontoon, sudah mengecek keadaannya.

Dia mengatakan, kapasitas muatan ponton tersebut berkisar 800 ton dan masih layak pakai. “Selama empat hari perjalanan dari Pontianak, ponton tidak ada menabrak apa-apa. Tapi anehnya kok bisa ponton tenggelam setelah masuk daerah Sungai Ayak,” katanya.

Untungnya, dua orang anak buah kapal (ABK) yang berada di ponton belum tidur. Sebab, saat kejadian, keduanya berada di pondok kecil di bagian belakang kapal tersebut. “Saat itu saya diberitahu kalau ponton makin tenggelam,” ungkapnya.

Arifin mengatakan, sebelum kejadian tersebut mereka sempat menyandarkan ponton ke pinggir sungai dan berusaha menyelamatkan ponton dengan memompa air dengan mesin robin. Namun, tidak lebih dari 20 menit, air bukannya berkurang justru semakin bertambah hingga ponton semakin tenggelam.
“Spontan ponton itu saya tabrak ke bibir sungai dan langsung diikat ke pohon yang besar agar tidak tenggelam ke dasar sungai. Ini dilakukan untuk menyelamatkan kapal agar tidak ikut tenggelam karena ditarik ponton,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Belitang Hilir, Ipda Agus Junaidi mengatakan kejadian tersebut sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, dia belum bisa memastikan penyebab kejadian. “Masih dalam penyelidikan, tapi yang jelas kerugian ditaksir mencapai Rp 3,5 miliar. Pupuk yang bisa diselamatkan hanya sekitar 20 karung dan sisanya masuk ke sungai. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sekadau, Yoseph Yustinus, mengatakan sudah menerima informasi terkait tenggelamnya ribuan pupuk tersebut.  “Informasi itu sudah masuk ke kita, dari foto tenggelam kapal itu juga,” ujarnya.
Terkait pencemaran air akibat ribuan pupuk tenggelam, Dia belum dapat memastikannya. “Kita belum bisa sampaikan tanggapan tentang pencemaran,” jelasnya.   

Awasi Kapal
Camat Belitang Hilir, Paulus Misi menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Karena akses air memang lebih beresiko, dalam mobilisasi angkutan barang ketimbang jalur darat.

Menurutnya, pihaknya terus berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian, masyarakat, dan lainnya. “Karena di sungai menuju hilir melewati beberapa daerah seperti Sungai Ayak 1, Pinyak, Tanjung, Sepantak, Engkedang, dan Sungai Ayak 2. Karena kita takut kadar air setelah pupuk itu tenggelam bisa berbahaya,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak BLH untuk menindaklanjuti kejadian ini. “Ke depan kita berharap yang membawa barang memakai tongkang lebih melihat pengawasan dalam perawatan kapalnya. Karena takut jika ada kesalahan, atau kebocoran. Bukan tak mungkin kejadian yang lebih besar bisa terjadi,” pungkasnya. (akh/and)



Komentar