Sabtu, 07 Desember 2019


Karyawan PT LBP, Sekadau Ditemukan Tewas Mengapung di Parit

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 2051
Karyawan PT LBP, Sekadau  Ditemukan Tewas Mengapung di Parit

Petugas kepolisian memeriksa jenazah korban Atu Tajuli Abdul Rohman (60), di Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Senin (16/5).

SEKADAU, SP - Karyawan PT Landak Bhakti Palma (LBP), Atu Tajuli Abdul Rohman (60) asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur ditemukan tewas mengapung di sebuah parit yang berada tak jauh dari mes kantornya, Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Senin (16/5) pagi.

"Saksi mata rekan korban, Abdul Karim (34) dan Syafrudin (37) menemukan korban yang sedang tergeletak mengapung. Lalu mereka melaporkannya ke kami,” ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Nanga Mahap,  Zulfikar.

Zulfikar menerangkan, sebelum ditemukan tewas, korban sudah diingatkan oleh kedua rekannya tersebut agar tidak kembali ke mess, Sabtu (14/5). Namun hal itu tidak ditanggapi. Korban tetap ke mess meskipun saat itu sedang banjir. "Kebetulan korban kerjanya di lapangan, diduga dia tenggelam kecelakaan tunggal. ?Lalu kami langsung membawa dokter puskesmas untuk melakukan visum di tempat kejadian perkara (TKP). Keterangan dokter tidak ada tanda kekerasan," bebernya. 

Usai jenazah divisum, kemudian pihak RSUD akan mengirimkannya ke Pontianak, berdasarkan permintaan pihak perusahaan. "Nanti pihak perusahaan membawa ke RSUD Soedarso Pontianak, dan akan koordinasi dengan pihak keluarga korban untuk dijemput," jelasnya.


Anggota DPRD Sekadau, Damre Sepejo yang saat bersamaan berada di RSUD Sekadau sempat dimintai tanggapannya terkait kejadian yang terjadi pada saat banjir ini. Dia mengimbau agar warga mewaspadai kondisi alam yang kurang bersahabat ini.


 "?Diimbau kepada masyarakat harus berhati-hati. Pihak pemerintah juga harus cepat tanggap tangani masalah ini. Misalnya menyalurkan bantuan keselamatan terutama BPBD," ujar politisi PKPI itu.?
?
Dia turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa warga Kaltim ini. Sementara warga lainnya, diminta agar lebih berhati- hati terutama ketika berada di daerah tepian pantai atau sungai saat musim penghujan seperti sekarang.

"Warga tentu harus antisipasi juga. Terutama memelihara lingkungan, dan minta juga pemerintah melakukan pengerukan sungai-sungai yang dangkal dan kecil. Karena ini juga akibat dampak tidak mampunya sungai menampung debit air yang besar, sehingga lari ke pemukiman warga," jelasnya. (akh/and/sut)?