Senin, 23 September 2019


Gaji Guru Honorer di Sekadau Belum Dibayar

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1540
Gaji Guru Honorer di Sekadau Belum Dibayar

ILUSTRASI (sekolahdasar.net)

SEKADAU, SP –  Sejumlah tenaga honorer guru di Kabupaten Sekadau, mengeluhkan gaji mereka yang sudah dua bulan ini belum dibayarkan. Keluhan itu, tak ayal berdampak kepada kehidupan sosial para guru yang bersangkutan.

Mandeknya gaji ini, akibat belum terkucurnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pusat. "Dari bulan April hingga Mei belum dibayar. Harapan saya, ke depan semoga tidak terjadi masalah yang sama seperti ini,” kata guru honor SMPN 3 Sekadau Hilir, Doris (23), Rabu (25/5).

Dia mengungkapkan, sebelumnya telah mengetahui melalui media online, jika dana BOS masih diproses dan terkendala keputusan antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Padahal dana ini untuk kebutuhan orang banyak. Karena menyangkut kelancaran operasional  yang memang perlu BOS," ujar Doris yang merupakan lulusan IKIP-PGRI Pontianak.

Menurutnya, keterlambatan ini berujung pada mandeknya pemenbuhan kebutuhan pokok keluarganya. Dia sangat membutuhkan gajinya segera dikeluarkan untuk kelangsungan hidupnya.

"Biasanya gaji saya untuk kehidupan sehari-hari, terutama transportasi dan konsumsi. Karena jarak rumah saya dan sekolah sangat jauh," ungkapnya.


Doris yang telah berkecimpung di dunia pendidikan kurang lebih dua tahun, menyebutkan pendapatannya per bulan berkisar Rp 960 ribu. Serta ditambah tunjangan lainnya, sehingga bertotal Rp 1,1 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Djemain Burhan mengaku tak dapat berbuat banyak. Secara konteks aturannya, penuntasan permasalahan ini merupakan kewenangan gubernur dan Kemendagri.
"Kami tidak bisa apa-apa, kalau menggunakan APBD tidak mungkin, sebab menyalahi aturan," ujarnya.

Dia menjelaskan, permasalahan ini terjadi pada pengeluaran di triwulan kedua. Untuk triwulan pertama sudah dicairkan. Dan proses pengeluaran dana itu langsung ke rekening sekolah. "Artinya kami hanya bisa mengimbau kepada kepsek berikan pengertian kepada guru," jelasnya. (akh/and)