Rabu, 18 September 2019


Guru SD di Sintang Tewas Ditabrak Truk

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 2662
Guru SD di Sintang Tewas Ditabrak Truk

Keluarga korban histeris begitu mengetahui bahwa Jamaludin (50) telah meninggal di RSUD Sekadau. (suara pemred/akhmal setiadi musran)

SEKADAU, SP - Jamaludin (50),  seorang guru SD di Kabupaten Sintang, tewas ditabrak truk misterius di Jalan Raya Sekadau - Sintang KM 18, Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau, Kabupaten Sekadau, Kamis (2/6) malam. Korban teridentifikasi sebagai warga Jalan MT Haryono, kompleks  BTN Cipta Mandiri, Sintang.

"Ketika ditemukan warga, korban masih hidup, tergeletak luka parah di tepi jalan sekitar pukul enam sore," jelas Kanit Laka Satlantas Polres Sekadau,  Bripka Winarto ketika dikonfirmasi, Jumat (3/6).
 

Menurut Winarto, kecelakaan itu diduga akibat tabrak lari. "Tidak ada saksi mata yang melihat kejadian itu. Kami sendiri baru mendapatkan laporan dari warga pada haris Kamis, pukul delapan malam," tambahnya.
 
Pengendara sepeda motor Honda Vario biru bernomor polis KB 3435 RU ini  masih hidup ketika ditemukan oleh warga di pinggir jalan.
  “Paha kiri korban patah. Kepada warga yang menolong, korban sempat mengatakan bahwa dirinya telah disenggol oleh truk. Korban kemudian langsung dilarikan ke RSUD Sekadau, dan akhirnya meninggal,” jelas Winarto.

Adam Hamid, tetangga korban yang ditemui di RSUD Sekadau mengakui, korban adalah seorang guru SD di Sintang. “Dia dari Pontianak,  mau pulang ke Sintang karena ada urusan,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban yang berdatangan di rumah sakit tersebut terlihat histeris. Yanti, istri korban misalnya, tidak menyangka bahwa suaminya menjadi korban tabrak lari.
  “Saya tidak nyangka, saya kira lutut saja yang luka. Tapi setelah mendengar keterangan dari pihak rumah sakit,  ternyata suami saya sudah tidak ada lagi,” ujar Yanti sambil terisak-isak.  

Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Sekadau, korban juga menderita patah tulang belakang dan beberapa luka parah di bagian tubuh lainnya. Jenazah korban sudah dijemput pihak keluarga untuk dimakamkan di Sintang.   Sementara jajaran petugas Unit Laka Lantas Polres Sekadau masih terus menyidik peristiwa tersebut  termasuk identitas si penabrak lari.

WACANA PASANG CCTV
Kecelakaan  lalu-lintas tabrak lari  di Kabupaten Sekadau setidaknya bisa diantisipasi jika sudah terpasang  closed circuit television (CCTV). Rencana pemasangan CCTV sudah sejak era Kapolres  AKBP Agus Triatmaja.
  CCTV itu diharapkan bisa   memantau kondisi jalan poros atau jalur sutera di Sekadau, seperti Jalan Raya Sekadau-Sanggau dan Jalan Raya Sekadau-Sintang.  

Hal ini disebabkan  terus berulangnya kejadian tabrak lari.
  "Kami kesulitan menangani kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya kasus tabrak lari di sepanjang jalan poros atau jalur sutera. Kasus tabrak lari memang sering terjadi di Sekadau, terutama di wilayah yang tidak ada permukiman penduduk, karena tidak ada saksi mata," kata Agus kala itu.  

Menurutnya, polres tak mau kecolongan lagi dalam mengungkapkan kasus-kasus tabrak lari. Kasus tabrak lari memang rawan di Sekadau. Pada 2013 misalnya, terjadi lima kasus tabrak lari.  Sementara itu, Alau (24), warga Sekadau, mengakui bahwa warga di sekitar jalan tersebut selalu waspada karena kerapnya kejadian tabrak lari.  
"Makanya kita berhati-hati, apalagi kita tidak tahu kapan kecelakaan akan terjadi. Juga sudah diatur Tuhan, kapan kita meninggal," ujarnya.
 

Menurutnya, pengendara harus wajib bersiaga jika perjalanan jauh. "Jangan terlalu lajulah mengendarai motor, dan juga jangan lupa berdoa agar selamat selama dalam perjalanan,"tukasnya. (ant/akh/pat/sut)