Kamis, 24 Oktober 2019


Polres Sekadau Gerebek Pabrik Arak Nanga Mahap

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1525
Polres Sekadau Gerebek Pabrik Arak Nanga Mahap

Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Sekadau, menunjukkan barang bukti hasil penggerebakan pabrik pembuatan arak, Senin (13/6). (akhmal setiadi musran)

SEKADAU,SP – Satuan Reserne Narkoba Polres Sekadau, menggerebek pabrik pembuatan arak di Pasar Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap. Setidaknya, polisi berhasil menemukan barang bukti alat dan menyita sebanyak 15 jeriken berukuran masing-masing 20 liter. Satnarkoba juga ikut mengamankan, Ajun Tanjung (55) warga Desa Mahap, tersangka pemilik pabrik itu, Senin (13/6)

Kasat Resnarkoba Polres Sekadau, Iptu Syahril mengatakan, saat penggerebekan, sedang berlangsung proses pembuatan arak. Pihaknya menemukan kompor untuk memasak dan juga tabung gas tiga kg, termasuk dandang.

“Operasi ini terkait dengan Operasi Pekat. Tak hanya miras tetapi juga narkoba,” ujarnya.



Pihaknya akan segera melakukan uji laboratorium terhadap barang yang diduga sebagai arak tersebut. Guna mengetahui ada atau tidaknya kandungan alkohol. Serta agar diketahui kadar dan tingkatan persen kandungan alkohol tersebut.
Syahril menuturkan, pihaknya sebenarnya melakukan dua penggerebakan di kecamatan tersebut. Hanya saja, di tempat lainnya, tidak ditemukan kegiatan pembuatan arak. “Orangnya juga tidak ada,” ungkapnya.

Terkait kasus minuman keras ini, dia berharap warga juga ikut berperan serta memberantas peredarannya. Setiap polsek jajaran turut diminta menindak tegas jika ditemukan adanya kasus serupa di wilayah hukum masing-masing.


Sementara itu, Ajun pemilik pabrik mengelak jika arak tersebut tidak untuk diperjual belikan. Dia berdalih, arak tersebut dikonsumsi sendiri dan hanya diberikan jika ada orang yang meminta.

“Khusus untuk sendiri, kalau ada orang yang minta baru diberikan. Kalau dijual sudah dikemas dan dijajakan,” kilahnya.

Dia mengaku belum lama ini melakukan praktik pembuatan arak. Dia juga menyadari jika perbuatannya tersebut bertentangan dengan hukum. (akh/and/sut)