Sekadau Waspadai Ancaman Karhutla

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1163

Sekadau Waspadai Ancaman Karhutla
Ruang wall display pantauan bencana (satuharapan.com)
SEKADAU, SP – Kepolisian Resort Sekadau, mulai menggencarkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, yang rawan terjadi saat musim kemarau. Kapolres Sekadau, AKBP Muslikhun mengaku tak ingin kecolongan. Pihaknya pun secara intens menggelar rapat koordinasi dengan Forkopimda bersama dengan tokoh masyarakat, kepala desa hingga camat guna membahas penanganan ancaman karhutla.

“Dalam rapat tersebut disepakati untuk tidak membakar hutan dan lahan mencegah karhutla,” ujar Kapolres, Selasa (12/7).

Antisipasi lain juga dilakukan seperti melibatkan unsur masyarakat dalam apel besar pencegahan karhutla di EJ Lantu.
“Ada 87 desa, kami telah membentuk pleton desa anti karhutla yang melibatkan Bhabinkamtibmas serta Babinsa,” ujarnya.

 
Selain itu, imbauan berupa maklumat larangan membakar lahan juga telah dibuat. Tak hanya itu, jajaran polsek turut terjun langsung untuk memberikan imbauan tersebut kepada masyarakat.

Dia tak segan untuk memproses hukum, siapa saja yang melanggar peraturan. “Untuk itu perlu kerjasama semua pihak mencegah terjadi karhutla,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Akhmad Suryadi mengatakan, masa transisi musim dengan curah hujan relatih sedikit, rawan terjadi kebakaran. “Apalagi daun-daun banyak yang kering sehingga mudah terbakar,” ungkapnya.

Dia mengimbau warga agar mewaspadai kemungkinan buruk yang bakal terjadi. Jika warga mendesak untuk membakar hutan dan lahan, sebaiknya berkoordinasi dengan pihak desa serta aparat setempat.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Sekadau, Welbertus Willy juga mengajak warga taat aturan dengan tidak membakar lahan. Terlebih, kini sudah ada program pemerintah mengenai cetak sawah.

“Sehingga ini sudah cukup membantu, tidak dengan berladang membakar lahan. Karena sawah tinggal ditanami saja,” ujarnya.

Dia mengimbau seluruh unsur untuk bersama-sama mencegah karhutla. “Lapor kepada petugas penanggulangan bencana jika terjadi kebakaran. Petugas pun diharapkan untuk tetap siaga,” pungkasnya. (akh/and/sut)