Jembatan di Dusun Amoh, Desa Sebetung, Sekadau Rawan Ambruk

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1420

Jembatan di Dusun Amoh, Desa Sebetung, Sekadau  Rawan Ambruk
Seorang pengendara kendaraan bermotor ketika akan melintasi Jembatan Belitang Amoh – Sebetung, Kecamatan Belitang Hilir, Sekadau. (SUARA PEMRED/ akhmal setiadi musran)
SEKADAU, SP – Jembatan di Dusun Amoh, Desa Sebetung, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau, kondisinya kian memprihatinkan. Akses penghubung antar desa itu, semakin miring, bahkan rusak di beberapa bagian. Parahnya lagi, jembatan itu kini hanya ditopang kayu seadanya saja.

Menurut warga setempat, Andreas, bukan tak mungkin jika jembatan yang mengkoneksikan Sungai Belitang Amoh dan Sebetung, bisa ambruk sewaktu-waktu ketika dilintasi kendaraan berat.
“Saat ini mobil sudah tidak berani melewati jembatan tersebut karena takut ambruk. Apalagi kondisinya masih seperti ini,” ujarnya, Senin (18/7).

Dia mengatakan, jembatan dengan panjang mencapai 28 meter itu merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Terlebih, jembatan juga merupakan
jalur satu-satunya untuk menuju pusat desa.

Kondisi jembatan yang rusak itu, sudah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun terakhir. Untuk memperbaikinya, warga pun secara swadaya memperbaiki jembatan tersebut seadanya.

“Sekarang saja untuk mengangkut kebutuhan sembako tidak lagi mengambil di Balai Sepuak, tapi mengambil di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau. Karena kondisi jembatan seperti ini, mobil bermuatan sembako tidak berani melewatinya,” ungkapnya.

Dikatakan Andreas, warga berharap kondisi jembatan tersebut dapat segera diperbaiki agar para pelintas yang menggunakan kendaraan tidak khawatir lagi. Apalagi, kata dia, jika terlalu lama dibiarkan, dikhawatirkan akan membuat akses ekonomi ikut terancam.

“Ini kan akses vital warga menuju pusat desa dan satu-satunya jembatan yang bisa digunakan untuk melintas. Kalau kondisinya masih begini setiap melintas pasti dihantui rasa takut terus-menerus,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan setempat, M Ramsyah mengaku ada banyak jembatan di Sekadau yang kondisinya rusak parah. Dia mengatakan, anggaran yang dimiliki terbatas, sehingga renovasi berdasarkan skala prioritas.

“Anggaran terbatas jadi perlu skala prioritas penangananya. Termasuk di Rawak, Nanga Taman pada roboh jembatannya,” ujarnya, melalui pesan singkatnya.

Sementara itu, anggota Komisi B, DPRD Sekadau, Yodi Setiawan menanti langkah nyata Dinas PU dan Pertambangan untuk memperbaiki jembatan vital tersebut. "Sekarang tinggal melihat, dinas terkait mau apa tidak saja lagi. Kita dari dewan pada intinya siap, karena bisa dianggarkan di APBD perubahan yang dibahas pada bulan Agustus nanti atau APBD murni," ujarnya.

Dia tak menyalahkan skala prioritas yang dianut pemerintah setempat. Namun menurutnya, jika terdapat sesuatu yang mendesak, bukan  tidak mungking skala prioritas bisa dipertimbangkan lagi.

"Ke depan kami sarankan kepada Dinas PU, untuk mendata jembatan-jembatan yang keadaannya rusak ringan maupun parah. Supaya bisa dianggarkan pada tahun depan," pungkasnya. (akh/and/sut)    


Komentar