Kamis, 19 September 2019


Lahan Sengketa di Tapal Batas Dibangun Jembatan

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1360
Lahan Sengketa di Tapal Batas Dibangun Jembatan

ILUSTRASI (riaulive.com)

SEKADAU, SP – Pemkab  Sekadau menyayangkan pihak Desa Sinar Pekayau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang yang membangun jembatan di daerah terlarang.

Masalahnya,  lokasi jembatan itu merupakan
tapal batas yang masih disengketakan dengan Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.
 

Kepala Bagian Pemkab  Sekadau, ?Gusti Muhammad Saleh menyatakan, persoalan tersebut bahkan belum tuntas menyusul belum turunnya keputusan dari Gubernur Kalimantan Barat.

"Berdasarkan perkembangan terakhir, pembangunan jembatan berukuran 4,12 meter itu di Dusun Bungkong, Desa Sunsong. Ini sangat disayangkan, karena wilayah ini masih menunggu putusan dari gubernur tentang tapal batasnya," katanya di Sekadau, Senin (1/8).
 

Gusti menerangkan,  dalam kesepakatan penyelesaian tapal batas Sekadau – Sintang, sebenarnya diputuskan bahwa pembangunan apa saja tidak boleh dilakukan di area yang masih proses sengketa.  

"?Kami menduga,  Sintang tidak mau menyerahkan daerah itu kepada Sekadau. Sedangkan sesuai Permendagri,  sudah jelas Sekadau menang dalam sengketa ini," kesalnya. ?

Ditegaskan, sesuai Permendagri Nomor 76 Tahun 2012 tentang Penyelesaian Tapal Batas, maka dari segi historis dan yuridis yang dirapatkan dengan gubernur pada 23 juni 2014, sudah diputuskan bahwa daerah itu masuk wilayah Sekadau. Ini juga dikuatkan dengan surat Gubernur Kalbar kepada Menteri Dalam Negeri nomor 125.3/344/pem - C tanggal 23 Agustus 2014. 

Poin 5 dan 6 surat itu intinya menyatakan,  Pemkab Sintang hadir atau tidak dalam rapat itu, dianggap sepakat bahwa itu masuk dalam wilayah Sekadau.

 Sedangkan pada rapat waktu itu, Pemkab Sintang tidak hadir.  “Padahal saat pemekaran dulu, pihak kabupaten yang berbatasan langsung,  sudah menandatangani kesepakatan wilayah, kok sekarang disengketakan," papar Saleh.

Saat ini, pemkab sedang fokus dalam ?segmen tapal batas di Desa Sunsong.
Pemkab bahkan sudah menyurati Kemendagri dengan Nomor 100/671/Pem tentang tapal batas ini pada 29 Mei 2015.


"Dalam surat itu, kami meminta Dirjen di Kemendagri agar gubernur menyelesaikan tapal batas. Sebenarnya warga dan perangkat desa sangat kecewa kepada pemprov,” ujarnya.

Kekecewaan tersebut, terutama pada bagian pemerintahan karena dianggap terlalu lama menetapkan permasalahan tapal batas hingga mencapai dua tahun.
Sejumlah persoalan tapal batas lain yang menjadi fokus pemkab, antara lain wilayah perbatasan antara Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sanggau.  

?"Selesai masalah ini, baru kami tuntaskan yang dengan Ketapang dan Sanggau. Tapi persoalannya tidak serumit yang sekarang ini,” pungkasnya.


Camat Sekadau Hulu, Yangsun menyatakan pihaknya  telah menyurati bagian pemerintah pemkab,  lengkap dengan dokumennya terkait permasalahan ini.  "Tinggal menunggu informasi bagaimana tindak lanjutnya lagi,” ujarnya.


Sesuai informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan tersebut belum diketahui menggunakan ADD atau APBD. “Tapi yang jelas dalam pelaksanaannya tidak ada kontraktornya," ungkap Yangsun Dengan kejadian ini, pihaknya berharap sebuah? keputusan yang jelas dari pihak berwenang.


Jalin Komunikasi Antardesa
Anggota Komisi A DPRD Sekadau, Aron
menyatakan, semestinya pemerintah daerah memperhatikan wilayah tersebut. Kepala desa misalnya, harus menyampaikan alasan membangun jembatan di lokasi sengketa tapal batas.


"Masalahnya, kami tidak ingin terjadi hal-hal yang bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Ini sudah jelas punya Sekadau,  ?secara wilayah administrasi dan teritorial,"  katanya.


Dia mendesak Pemkab Sintang dapat memverifikasi kepada pemdesnya terkait  pembangunan jembatan yang memakai dana desa di wilayah sengketa tersebut.

Aron mengaku sangat menyayangkan kejadian sepihak ini. Meskipun demikian, dia berharap ada sikap ?untuk menjalin komunikasi antara kedua belah pihak guna menuntaskan permasalahan ini.  

Dia juga berharap pihak provinsi menjalankan tugas dengan memberikan keputusan yang jelas terhadap tapal batas itu. (akh/and/sut)


  
??
?