Diprediksi Pemohon Kartu Kuning di Sekadau Meningkat

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1080

Diprediksi Pemohon Kartu Kuning di Sekadau Meningkat
Seorang pencari kerja mengisi pendaftaran di salah satu stand perusahaan saat bursa kerja di auditorium Universitas Panca Sakti, Tegal, Jateng. (republika.co.id)
SEKADAU, SP – Hingga pertengahan Agustus, angka pemohon Kartu Angkatan Kerja 1 (AK-1) atau sering disebut kartu kuning di Kabupaten Sekadau hampir mencapai 600 –an orang.

 Angka ini diprediksikan bakal bertambah seiring banyaknya pelamar kerja.
"Tercatat 572 orang sudah yang mengurus. Dan data itu masih dinamis karena akan bertambah. Hampir rata-rata setiap harinya ada orang yang mengurus AK 1," ujar Kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disosnakertrans) setempat, Suhardi, Kamis (18/8).

Untuk itu, guna menekan angka pengangguran, Suhardi meminta pihak perusahaan seperti perkebunan, perdagangan serta mebel membuka peluang selebar-lebarnya bagi pelamar pekerjaan agar diterima di perusahaannya.

Pasalnya, berdasarkan data yang dia himpun, kebanyakan pemohon AK – 1 menyasar perusahaan-perusahan tersebut untuk melamar pekerjaan. "Maka dari itu, diharapkan pihak perusahaan atau swasta lainnya bisa menerima meraka sehingga dapat menekan angka pengangguran," katanya.

Kartu AK 1 ini diterbitkan dengan berbagai kualifikasi yaitu lulusan SMP, SMA, D3, dan S1. Namun, jumlah yang signifikan ada lulusan SMA. "Karena mereka rata-rata lulusan SMA ada tawaran kerja dan mendapatkan pekerjaan langsung mengurus kartu AK 1," ungkapnya.

Dia merincikan persyaratan pembuatan AK -1 dengan melampirkan fotocopy  ijazah terakhir dan KTP. Bisa melalui online namun saat ini pelayanan tersebut terkendala buruknya sistem jaringan.

"Dan kekurangan lainnya yaitu minat para pembuat AK 1 melaporkan ke dinas ketika pekerja itu diterima ataupun tidak. Seharusnya kalau tidak diterima, harus melaporkan perkembangannya selama enam bulan untuk perpanjangan agar bisa digunakan untuk melamar kerja selanjutnya," bebernya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD setempat, Subandrio mengharapkan pihak perusahaan bisa mengakomodir putra daerah dalam rekrutmen karyawannya.
"Dan juga Pemerintah juga bisa melatih para pekerja, karena datanya sudah banyak tentu harus ada bimbingan dan perhatian serius," ujar politisi Nasdem tersebut.

Menurutnya, setiap keahlian pekerja pasti berbeda. Karena sistem perusahaan yang berbeda kebutuhannya pula. “Dalam posisi ini, pemerintah daerah bisa teliti untuk memberikan pelatihan, dan intinya kami di dewan meminta Pemda berikan pelatihan kepada pekerja," harapnya.

Mantan ketua KPU sekadau dua periode itu mengatakan, pihaknya sudah menemui Kementerian Tenaga Kerja untuk membahas pelatihan ini.
"Alhasil perlengkapan mereka siapkan. Konsepnya ada bangunan dan tenaga pelatih ada sembilan jurusan," ungkapnya. (akh/and/sut)