Senin, 16 Desember 2019


Angin Puting Beliung Hantam Belitang Hilir, Sekadau

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1493
Angin Puting Beliung Hantam Belitang Hilir, Sekadau

Rumah warga yang rusak akibat hantaman angin puting beliung yang terjadi di SP II, Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang dan di Dusun Sengkarong Desa Tapang Pulau, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kamis (1/9) malam. (ist)

SEKADAU, SP – Tiupan angin puting beliung menghantam gereja, sekolah dan juga rumah warga di Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau. Tak hanya itu, hembusan angin kencang ini terjadi pula di Dusun Sengkarong, Desa Tapang Pulau, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, malam (1/9) malam.

Camat Belitang, Miki Hermanto mengungkapkan, kejadian tersebut disertai hujan deras sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Puting beliung berawal di simpang jalan poros hingga kemudian merusak gereja.

“Lalu kantor desa atapnya terbongkar dan atap SMP Negeri 2 juga beterbangan. Pentas di lapangan bola atapnya terbang hingga 30 meter. Kemudian angin menuju ke Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) mengakibatkan atap dapur gereja dan aula juga beterbangan,” ungkapnya, Jumat (2/9).

Pasca musibah tersebut, alat-alat perlengkapan gereja kemudian diamankan.  Puting beliung ikut memorak porandakan Dusun Sengkarong hingga menumbangkan pohon karet dan kelapa bahkan menimpa rumah warga.

“Puluhan tahun lalu pernah terjadi dan ini terjadi lagi. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Atas musibah ini, dia mengimbau warga agar selalu berhati-hati dengan kondisi cuaca. Orang tua diminta mengawasi anak-anaknya agar tidak keluar rumah saat angin kencang. “Harus tetap waspada dengan kemungkinan yang akan terjadi,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Desa Maboh Permai, Urbanus Darwin mengatakan rumah milik warganya, Rohadi, Marwan dan Sunaya rusak cukup parah akibat tertimpa pohoh yang tumbang dihantam angin.

Musibah ini juga merusak atap warung sembako milik Khairul Kalam. Selain itu, ikut merusak bagian 32 rumah warga lainnya pula.  “Sekarang rumah yang rusak itu, sebagian sudah ada yang diperbaiki,” singkatnya. (akh/and/sut)