Senin, 14 Oktober 2019


Dua Bocah Dusun Sidap, Desa Setawar, Sekadau Hulu Lumpuh

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1425
Dua Bocah Dusun Sidap, Desa Setawar, Sekadau Hulu Lumpuh

Maliya (6) ketika berada di pangkuan sang nenek. (SUARA PEMRED/ akhmal)

SEKADAU, SP- Kalsius Asin (11) dan Maliya (6), dua anak Kampung Gintong, Dusun Sidap, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu tak seberuntung anak lainnya.

Tubuhnya,  saban hari kian ringkih bahkan lumpuh hingga tidak bisa bicara. Masa kecil kedua bocah ini direnggut penyakit yang diduga gizi buruk.


Kalsius Asin yang akrab disapa Juki, sore itu duduk di kursi rumah yang telah disiapkan oleh ibunya, Yustina Suani (44). Meski terlihat lunglai, tapi dia masih tampak ceria bersenda gurau ketika awak media menyambanginya.

Miris, berat badan bocah tersebut memang terlihat tidak sesuai dengan usianya. Yustina mengatakan, Juki sudah tak dapat bicara dan berjalan. Penyakit mulai mengancam pada usia empat bulan. Waktu itu, anaknya kejang-kejang hingga berminggu-minggu.

“Saat ini kami hanya membawanya berobat kepada dukun kampung saja,” ujar ibu lima anak yang bekerja sebagai petani tersebut, pada Rabu (7/9).

Yustina menceritakan, tahun lalu anaknya pernah berobat Sinsang yang datang ke kampungnya. Namun pengobatan tradisional Tiongkok itu, biayanya mahal. Keluarganya terpaksa mengambil obat seadanya mencapai Rp3 juta.

Hanya sekali itu saja, Juki berobat dan hingga kini dia tak pernah berobat kembali. Alasannya karena tak punya uang. Berat badan Juki kini hanya 15 kilogram.

Nasib malang ikut menimpa Maliya. Gadis kecil Sepinus Sepianus (37) juga tidak bisa berjalan dan berbicara. Bahkan, terlihat sesekali dia menangis dipangkuan sang nenek. Sebab, sang ibu memang tidak berada di rumah karena bekerja di kebun sawit.

Waktu lahir, berat Maliya mencapai 3 kilogram. Tapi tiga hari setelah, dia terus-terusan menangis hingga berbulan-bulan dan akhirnya berat badannya turun menjadi 9 ons. Pernah dibawa ke rumah sakit bahkan hingga ke Sintang, seminggu dirawat hanya naik 0,5 kilogram.

Dikatakannya, dokter tidak pernah menyebutkan penyakit yang diderita oleh anak bungsunya tersebut. Bahkan, ketika dirawat di rumah sakit dulu pihak rumah sakit menyatakan jika tidak ada penyakit apa-apa yang diderita oleh anaknya. Beratnya kini hanya 7 kilogram.

Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan setempat, Handayani mengatakan, pihaknya memang telah menerima laporan tentang kondisi bocah yang ada di Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu. Namun, tidak bisa memastikan apakah bocah tersebut mengalami gizi buruk atau lumpuh layu.

Perlu diagnosa rumah sakit untuk memastikan penyakit yang dideritanya. Karena anak yang dikategorikan gizi buruk itu pada usia balita.

“Gizi buruk dan lumpuh layu hampir sama. Tapi apabila usia di atas lima tahun bukan gizi buruk. Mungkin ada penyakit lainnya,” kata dia.

Camat Sekadau Hulu Yangson akan menghubungi pihak Puskesmas Tapang Perodah untuk memastikan kondisi dua anak yang lumpuh tersebut. (akh/and/sut)