BKD Kabupaten Sekadau Pecat Dua PNS

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1547

BKD Kabupaten Sekadau Pecat Dua PNS
ILUSTRASI PNS (picarena.com)
SEKADAU, SP – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sekadau tak main-main menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pembuktiannya, tercatat pada 2016 ini BKD setempat telah menyidang empat PNS yang melanggar disiplin. Kepala BKD Kabupaten Sekadau, Markus Aron Aput mengatakan, empat PNS itu disidang sesuai tingkat pelanggaran yang mereka lakukan.

"Dari empat PNS, dua di antaranya diberhentikan dengan tidak hormat, dua lainnya penurunan pangkat. Ini kita lakukan sesuai PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan UU Nomor 5 Tahun 2015 tentang ASN. Ini juga  memberikan pembelajaran  kepada PNS lainnya supaya tidak melakukan hal yang sama," tegas Markus kepada Suara Pemred, Minggu (9/10).

Adapun empat PNS itu antara lain staf kantor camat, bidan, guru, dan kepala instansi di lingkungan Pemkab Sekadau yang terlibat kasus penyalahgunaan jabatan.

"Sedikit banyak tentu akan bepengaruh kepada pelayanan, apalagi status mereka merupakan petugas teknis dan pendidik yang langsung berhadapan dengan masyarakat," kata Markus.


Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan terjadi. Namun, pihaknya terus berupaya men
sosialisasikan kepada PNS agar sadar dengan aturan yang mengikat dan amanah pada pekerjaan yang diembannya.

"Memang ada beberapa PNS yang terlibat kasus seperti asusila, narkoba, meninggalkan tugas, dan masih banyak jenis-jenis pelanggaran disiplin, bahkan ada terkait dengan perselingkuhan. Saat ini sedang diproses dan sudah dipanggil pelakunya,” beber Markus.


Sementara salah seorang guru PNS di SMPN 5 Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, Abang Mohd Firman menyayangkan ada PNS yang melanggar disiplin PNS. "Setiap PNS harus meresapi betul revolusi mental yang dikehendaki Presiden RI, Jokowi. PNS harus taat aturan dan mereka sudah disumpah jabatan," ujar Firman.

Firman berharap seluruh PNS di Kabupaten Sekadau sadar dengan tugasnya. Etos kerja harus dimiliki tiap PNS.
" ASN itu dituntut memberikan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat dan mereka harus berpatok pada SOP (standar operasional prosedur).  ASN harus ada niat untuk membangun. Pembangunan akan terasa jika para ASN bekerja dengan baik,” kata Firman.

Firman berharap kepada BKD dan pihak terkait menyosialisasikan aturan tentang ASN dan giat patroli untuk memastikan PNS atau ASN bekerja. “Kepada PNS yang nakal atau mangkir dari kerja, harus diberikan sanksi tegas. Jangan sampai dibiarkan karena dapat menghambat pembangunan,” tegas Firman. (sp/sut)