Polres Sekadau Masih Dalami Kasus Penjualan Ratusan Tabung Gas dan Solar

Sekadau

Editor sutan Dibaca : 1144

Polres Sekadau Masih Dalami Kasus Penjualan Ratusan Tabung Gas dan Solar
Barang bukti tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang diamankan di Mapolres Sekadau, Kamis (20/10). (ist)
SEKADAU, SP – Jajaran Satreskrim Polres Sekadau bersama Polsek Belitang mengamankan 373 tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram yang diduga tak berizin dan 14 drum minyak jenis solar di toko milik Ar, di SP 4 Desa Setuntung, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau pada Rabu (19/10) petang.

“Informasi itu kami dapat dari masyarakat yang menyebutkan ada peredaran elpiji dari luar Kabupaten Sekadau di daerah Belitang. Setelah dicek, elpiji tersebut berasal dari Kabupaten Sintang,”
kata IPTU  Muhammad Resky  Rizal, Kasat Reskrim Polres Sekadau.  

Resky menjelaskan bahwa 14 drum yang berisi solar tersebut dibeli secara eceran. Namun, ia belum mengetahui secara pasti apakah solar tersebut dijual kembali atau digunakan untuk kepentingan lain.

“Kami terus mendalami kasus ini. Masih proses penyelidikan. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran, maka akan ditingkatkan ke tingkat penyidikan,”
ujarnya.

Polisi juga mengamankan pemilik toko. Pelaku diancam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

Sementara Kapolres Sekadau, AKBP Yury Nurhidayat mengatakan bahwa kasus tersebut masih proses penyelidikan Satreskrim Polres Sekadau.

 Ia mengatakan, jika ditemukan ada pelanggaran, maka pihaknya akan memproses kasus tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta instansi terkait lainnya,” ujarnya singkat.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disprindagkop) Kabupaten Sekadau, Isdianto mengatakan, penangkapan perdagangan ilegal harus ditindak.

"Mereka berdagang harus ada izin. Kalau tidak ada izin, maka berurusan dengan pihak kepolisian," ujarnya.

Saat ini, kata Isdianto, data perdagangan yang sudah memiliki izin di Kabupaten Sekadau mencapai ribuan.

Menurutnya, tidak susah untuk mengurus izin usaha. Kalau untuk usaha mikro, cukup di kantor camat.


“Kalau usaha yang agak besar, maka mengurusnya ke pelayanan terpadu. Kondisi setiap tahun,  intensitas orang mengurus perizinan meningkat. Maka itu, kita berharap pelaku usaha patuh dengan aturan yang ada," pungkasnya. (akh/bah
/sut)