Selasa, 24 September 2019


Hamid Harap Warga Terus Belajar

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 660
Hamid Harap Warga Terus Belajar

PENYULUHAN HUKUM - Aparatur Desa Sungai Ringin, menggelar pertemuan dengan warga, dalam rangka penyuluhan Hukum Adat dan Hukum Positif. Kegiatan ini dilakukan, agar warga memahami dan mengerti tentang hukum yang ada.

SEKADAU, SP – Aparatur Desa Sungai Ringin, terus meningkatkan pemahaman dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pada warganya. Satu di antaranya adalah dengan penyuluhan mengenai Hukum Adat dan Hukum Positif.   Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara bertemu warga di rumah ketua RT setempat, dan dilakukan dengan santai, melalui dialog dua arah.

Kades Sungai Ringin, Abdul Hamid mengatakan, hal ini untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat mengenai hukum adat dan hukum positif. Untuk itu, ia juga meminta setiap RT mendata suku-suku yang ada di wilayahnya.

“Sehingga mudah kami memetakannya. Untuk di Sungai Ringin ada tujuh dusun, yang terdiri dari 12 ribu jiwa lebih. Kita berharap, warga semakin melek dengan hukum yang ada,” ujar Kades Hamid, Minggu (7/5).

Ia mengatakan, selama ini kegiatan tersebut hanya fokus di kantor desa saja. Sehingga, kata dia, saat ini maka dilakukan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tujuh dusun yang ada.

“Salah satunya kami memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat diberbagai bidang, termasuk hukum adat dan hukum positif. Karena bukan tidak mungkin banyak masyarakat yang tidak paham akan hal itu,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat semakin paham terhadap permasalahan yang ada di lingkungannya. Sehingga, kata dia, masyarakat bisa menyikapinya dengan bijak dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Intinya ketika masyarakat paham, mereka tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Sungai Ringin, Thomas Bunsu mengungkapkan, banyak masyarakat yang biasanya menetapkan adat semaunya. Sehingga, kata dia, dengan kegiatan sosialisasi hukum adat dan hukum positif itu masyarakat menjadi paham akan aturan yang ada.

“Jadi, sistem adat yang ada Desa Sungai Ringin, dimulai dari penyelesaian tingkat RT jika tidak mampu baru naik ke Dusun, jika tidak bisa juga baru naik ke tingkat desa. Jadi ada tahapannya,” jelas dia.

Dalam proses tersebut, kata dia, tentu akan dilihat permasalahannya. Sehingga, pihaknya ingin mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi dimasyarakat.

“Dewan adat hanya memfasilitasinya. Tentunya segala bentuk permasalahan yang ada diselesaikan secara musyawarah, jika menemui jalan buntu bukan tidak mungkin akan berlanjut ke hukum positif,” kata dia.  

Hal senada juga diungkapkan Brigadir Anggre Jaya L, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin. Ia menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan pihak desa.

“Ini sangat baik. Hal itu juga untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi dimasyarakat,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketika ada permasalahan di masyarakat sebaiknya diselesaikan ditingkat paling bawah terlebih dahulu, dalam hal ini RT atau RW. Jika memang tidak bisa, kata dia, barulah diselesaikan ditingkat paling atas.

“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi paham dan dapat menyikapi segala permasalahan yang ada dengan bijak dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (akh/mul)