Bocah 2 Tahun di Sekadau, Lahir Tanpa Lubang Anus

Sekadau

Editor Admin Dibaca : 1205

Bocah 2 Tahun di Sekadau, Lahir Tanpa Lubang Anus
BUTUH PERTOLONGAN – Lotpi (berdiri), bocah dua tahun asal Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau menderita kelainan. Sejak lahir tanpa lubang anus. Lantaran kekurangan biaya, hingga usianya sekarang dia belum juga dioperasi. (Akh/SP)
Nasib malang menimpa Lotpi, seorang bocah berusia dua tahun asal Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau. Pasalnya, dia didianogsa mengidap penyakit yang cukup aneh, yakni tidak adanya lubang anus.

Menurut cerita kedua orangtuanya, apa yang Lotpi alami itu terjadi sejak dia lahir. Namun karena tidak memiliki cukup biaya, mereka akhirnya hanya bisa pasrah dengan keadaan Lotpi hingga saat ini.

"Lotpi sudah dari lahir seperti ini. Kami hanya bisa berusaha merawatnya, walaupun harus menjalani kehidupan sehari-hari tanpa saluran pembuangan kotoran,” kata Ayah Lotpi, Rudy, kepada Suara Pemred, kemarin.

Sekarang, Lotpi saat hendak melakukan buang air besar harus melalui usus besarnya, hasil operasi ketika ia berusia lima hari. “Sudah pernah operasi untuk membuat saluran pembuangan di pinggang kiri Lotpi,” ucapnya.

Pihak rumah sakit saat sebenarnya sudah menyarankan Rudy untuk melakukan operasi lagi guna membuka saluran anus. Namun hingga dua tahun, keluarganya masih terkendala biaya operasi yang cukup besar.

"Tapi, kita keluarga tidak memiliki biaya, untuk oprasi dulu saja saya pinjam sama ibu mertua dan sampai sekarang belum bisa bayar,” ungkapnya.

Rudy sehari-hari hanya bekerja sebagai penjual gorden keliling. Dengan penghasilan yang tak seberapa tentulah ia kesulitan membuat anaknya kembali normal seperti anak-anak kebanyakan.

“Mau ngarap kerja hasil jual keliling berapalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja susah, sedangkan istri hanya seorang ibu rumah tangga, rumah aja numpang sama mertua,” tuturnya.

Senada diungkapkan Fitri, ibu Lotpi. Dia dan suaminya telah melakukan berbagai upaya untuk mencari uang agar bisa membawa Lotpi ke meja operasi.  

“Kita pernah daftarkan Lotpi ke BPJS, namun hingga kini menurut yang kami suruh ngurus belum juga jadi-jadi, terus mau bagaimana lagi,” ucapnya pasrah.


Suhardi, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau mengatakan pendataan keluarga dan anak mesti sudah lengkap minta keterangan dari desa untuk dilaporkan. “Jika semuanya ada lengkap kita siap memfasilitasinya terkait pengurusan lanjutan seperti BPJS dan hal lain yang diperlukan terkait bagian kita di sosial,” singkatnya.

Sementara itu, bayi tanpa anus merupakan salah satu kelainan yang paling sering ditemukan pada bayi yang baru lahir. Sebenarnya, apa penyebab dari kelainan yang membuat bayi lahir tanpa memiliki anus?

Menurut DR dr Rinawati Rohsiswatmo, konsultan Neonatologi dan staf divisi Perinatologi, Ilmu Kesehatan Anak, RSCM, kelainan seperti ini belum ditemukan secara pasti apa penyebabnya. Beda seperti jantung bocor yang banyak orang sudah mengetahui penyebabnya. Rina menambahkan bahwa apabila diketahui si anak yang lahir tidak memiliki anus, kondisi seperti itu masuk ke dalam kondisi gawat darurat, dan harus segera dilakukan operasi.

"Kondisi seperti ini masuk ke dalam kondisi gawat darurat dan harus segera dilakukan operasi dalam waktu 24 jam," katanya. Biasanya, operasi anus tersebut hanyalah bersifat sementara. Karena, apabila pada saat dilakukan pengecekan pada anus, usus si anak jauh dari lubang anus, maka harus dibikin anus buatan. Atau, orangtua dapat meminta kepada dokter untuk segera dilakukan kolostomi atau pembuatan lubang buatan di bagian bawah perut untuk membuang kotoran yang ada di dalam tubuh si anak.

Kalau kelak anak tersebut sudah beranjak besar, maka usus panjangnya akan ditarik, dan usus tersebut sudah dekat dengan lubang anus, baru dibuatkan anus di tempat semestinya. Memang operasi buatan anus ini tak selalu berdampak positif untuk si bayi, tapi tak ada salahnya untuk melakukan itu dari pada tidak sama sekali. Dampak negatif itu biasanya terjadi pada saat si bayi BAB. Dan itu harus segera dibersihkan.

Jangan sampai didiamkan dan terjadi lecet. Kalau lecet biasa berakibat infeksi dan dapat membuat si bayi meninggal dunia. Rina mengatakan seharusnya orangtua sudah mengetahui anak yang dilahirkan olehnya tidak memiliki anus. Jangan sampai diketahuinya setelah beberapa hari si bayi tersebut lahir. Takutnya akan terjadi infeksi pada bayi tersebut. (akhmal setiadi/lip/ang)